Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/12/2020, 17:06 WIB
Shierine Wangsa Wibawa

Penulis

Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Informasi mengenai pola buang air besar (BAB) yang benar masih membingungkan masyarakat. Hal ini juga dialami oleh pembaca Kompas.com bernama Amelia yang menyampaikan pertanyaan mengenai BAB ke rubrik Halo Prof!:

"Selamat pagi, Prof. Saya Amelia, usia 29 tahun. Saya ingin bertanya, Prof. Normal tidak ya, Prof, apabila kita buang air besar (BAB) 2-3 hari sekali dan bukan setiap hari? Bagaimana cara agar dapat buang air besar (BAB) setiap hari, Prof? Terima kasih."

Pertanyaan ini dijawab langsung oleh dr. Asher Juniar, Dokter Umum dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya. Berikut paparannya:

Halo Ibu Amelia, terima kasih atas pertanyaannya.

Baca juga: Susah BAB Saat Traveling, Begini Cara Mengatasinya...

Frekuensi buang air besar (BAB) pada setiap orang berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pola makan, pola gerakan usus, dan beberapa faktor enzim dan hormon pada tubuh masing-masing individu.

Pada dasarnya, frekuensi BAB yang normal adalah minimal tiga kali per minggu, dengan catatan per harinya frekuensi BAB pada individu tersebut tidak lebih dari tiga kali per hari dan/atau memiliki konsistensi yang sangat keras atau cair dibandingkan biasanya.

Apabila seseorang BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, hal tersebut dinamakan konstipasi atau sembelit.

Beberapa cara agar BAB dapat lebih lancar dan terhindar dari sembelit adalah:

• Minum air putih yang cukup (minimal 2 liter per hari)

• Mengonsumsi makanan tinggi serat, yaitu sayur-sayuran, buah-buahan, dan agar

• Mengonsumsi suplemen probiotik

• Olahraga secara rutin

• Istirahat yang cukup

Baca juga: Membongkar 5 Mitos dan Fakta tentang Susah BAB atau Sembelit

Apabila frekuensi BAB menjadi lebih lama dari normal dan/atau ada rasa tidak nyaman pada perut yang dirasakan memberat dibandingkan dari biasanya, segera konsultasikan ke dokter umum, untuk selanjutnya akan diperiksa dan diarahkan ke dokter spesialis yang dirasakan dibutuhkan ya.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan menentukan diagnosis dari gejala yang Ibu alami. Setelah itu, barulah dokter dapat memberikan terapi yang tepat sesuai hasil diagnosis.

Semoga cepat sembuh dan jawabannya membantu ya, Bu. Terima kasih.

dr. Asher Juniar

Dokter Umum

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com