Kompas.com - 15/12/2020, 07:01 WIB
Ilustrasi puasa menurunkan berat badan Ilustrasi puasa menurunkan berat badan

KOMPAS.com - Salah satu tren diet yang paling populer di dunia saat ini adalah intermittent fasting atau puasa berselang.

Puasa berselang adalah menerapkan pola makan berulang dengan melibatkan periode puasa dan periode makan.

Pola diet ini berfokus pada kapan waktu makan, bukan apa atau seberapa banyak yang Anda makan.

Kebanyakan orang menerapkan puasa berselang untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan mereka.

Baca juga: Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa berselang ini dapat memiliki efek yang kuat pada tubuh dan otak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir ZME Science (24/11/2020), puasa berselang bukan diet dalam pengertian konvensional. Akan tetapi lebih tepat dijelaskan sebagai mengatur pola makan.

Puasa telah menjadi praktik di sebagian besar sejarah manusia dan, sebagai hasilnya, kita berevolusi dapat hidup tanpa makanan dalam waktu yang cukup lama, seperti satu atau dua hari.

Metode penting

Ada lebih dari satu cara untuk melakukan intermittent fasting atau puasa berselang.

Beberapa metode membagi hari atau minggu menjadi periode makan dan puasa. Intinya, Anda memperkenalkan periode puasa harian atau mingguan.

Berikut adalah metode paling populer:

  • Metode 16/8: Juga disebut protokol Leangains, pola ini melewatkan sarapan dan membatasi waktu makan harian menjadi 8 jam. Misalnya periode makan Anda adalah jam 13.00 sampai 19.00. Di luar jam itu, atau selama 16 jam harus berpuasa.
  • Eat-Stop-Eat (makan-berhenti-makan): Pola ini melibatkan puasa selama 24 jam, tapi hanya sekali atau dua kali seminggu. Misalnya Anda terakhir makan pukul 19.00, maka hingga pukul 19.00 keesokan harinya Anda tidak boleh makan sama sekali.
  • Diet 5:2 : Dengan metode ini, Anda hanya mengonsumsi 500-600 kalori pada dua hari tidak berurutan dalam seminggu tetapi makan secara normal selama 5 hari lainnya. Misalnya Anda makan 500-600 kalori pada hari Senin, kemudian Anda melakukan hal yang sama pada hari Rabu atau Kamis. Di hari lain, Anda bisa makan normal.

Selama periode puasa, Anda makan sangat sedikit atau tidak sama sekali. Selain itu juga tidak boleh mengonsumsi minuman berkalori.

Dengan mengurangi asupan kalori, semua metode ini dapat menyebabkan penurunan berat badan selama Anda tidak makan banyak saat sedang di periode makan.

Banyak orang menganggap metode 16/8 sebagai yang paling sederhana, paling berkelanjutan, dan paling mudah untuk diterapkan. Sejauh ini, itu yang paling populer.

Ilustrasi makanan diet, pola makan seimbang. Dok. Shutterstock/ Yury Gulakov Ilustrasi makanan diet, pola makan seimbang.

Efek puasa berselang pada sel dan hormon

Puasa menyebabkan serangkaian reaksi dalam tubuh pada tingkat seluler dan molekuler.

Tubuh Anda menyesuaikan tingkat hormon agar lemak tubuh yang tersimpan lebih mudah diakses, sementara sel Anda juga memulai proses perbaikan penting dan mengubah ekspresi gen.

Kadar hormon pertumbuhan juga bisa meroket dengan puasa berselang, meningkat sebanyak 5 kali lipat. Hal ini memiliki manfaat antara lain untuk menghilangkan lemak dan menambah otot.

Sensitivitas insulin meningkat dan kadar insulin turun drastis. Tingkat insulin yang lebih rendah membuat lemak tubuh yang disimpan lebih mudah diakses.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Wanita Pamer Alat Vital di Bandara YIA, Apa Itu Ekshibisionisme?

Viral Wanita Pamer Alat Vital di Bandara YIA, Apa Itu Ekshibisionisme?

Oh Begitu
Banyak Daerah Banjir, Sampai 9 Desember Cuaca Ekstrem Berpotensi Hantam Wilayah Ini

Banyak Daerah Banjir, Sampai 9 Desember Cuaca Ekstrem Berpotensi Hantam Wilayah Ini

Fenomena
Komnas Perempuan Sebut NWR Sudah jadi Korban Kekerasan 2 Tahun

Komnas Perempuan Sebut NWR Sudah jadi Korban Kekerasan 2 Tahun

Oh Begitu
Mengenal Burung Macaw, Kado dari Dinda Hauw untuk Rey Mbayang

Mengenal Burung Macaw, Kado dari Dinda Hauw untuk Rey Mbayang

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Cuaca Ekstrem di Bali | Tak Ada Kematian karena Omicron

[POPULER SAINS] Cuaca Ekstrem di Bali | Tak Ada Kematian karena Omicron

Oh Begitu
Penemu AstraZeneca: Pandemi Selanjutnya Lebih Mematikan dari Covid-19

Penemu AstraZeneca: Pandemi Selanjutnya Lebih Mematikan dari Covid-19

Oh Begitu
5 Hewan yang Tidak Memiliki Otak dan Cara Mereka Bertahan Hidup

5 Hewan yang Tidak Memiliki Otak dan Cara Mereka Bertahan Hidup

Oh Begitu
Definisi Gelombang Tsunami dan Penyebabnya

Definisi Gelombang Tsunami dan Penyebabnya

Oh Begitu
Kenapa Gerak Kungkang Sangat Lambat?

Kenapa Gerak Kungkang Sangat Lambat?

Oh Begitu
Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Atmosfer di Bumi?

Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Atmosfer di Bumi?

Oh Begitu
Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Ahli Tegaskan Pemaksaan Aborsi Termasuk Kekerasan Seksual

Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Ahli Tegaskan Pemaksaan Aborsi Termasuk Kekerasan Seksual

Oh Begitu
Seorang Wanita yang Tak Pernah Merokok Didiagnosis Kanker Paru-paru Stadium 4, Kok Bisa?

Seorang Wanita yang Tak Pernah Merokok Didiagnosis Kanker Paru-paru Stadium 4, Kok Bisa?

Kita
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Phoenicid Malam Ini, Capai 74 Meteor per Jam

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Phoenicid Malam Ini, Capai 74 Meteor per Jam

Fenomena
Varian Omicron Terdeteksi di Puluhan Negara, tapi Delta Masih Mendominasi

Varian Omicron Terdeteksi di Puluhan Negara, tapi Delta Masih Mendominasi

Oh Begitu
Komnas Perempuan: Kasus Mahasiswi NWR jadi Alarm Darurat Kekerasan Seksual di Indonesia

Komnas Perempuan: Kasus Mahasiswi NWR jadi Alarm Darurat Kekerasan Seksual di Indonesia

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.