Kompas.com - 12/12/2020, 19:02 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer 90 persen efektif berdasarkan pengamatan dari sekitar 43.000 relawan di Amerika Serikat (AS), hanya 94 orang yang terkonfirmasi Covid-19, sejak pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 atau plasebo. SHUTTERSTOCK/Blue Planet StudioIlustrasi vaksin Pfizer 90 persen efektif berdasarkan pengamatan dari sekitar 43.000 relawan di Amerika Serikat (AS), hanya 94 orang yang terkonfirmasi Covid-19, sejak pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 atau plasebo.


KOMPAS.com- Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) akhirnya mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech.

Vaksin tersebut terbukti 95 persen efektif dalam mencegah Covid-19 dalam uji coba tahap akhir. Bahkan, vaksin ini dapat diberikan pada orang berusia 16 tahun ke atas.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (12/12/2020), tahap pertama pada bulan ini akan ada 2,9 juta dosis vaksin Covid-19 yang diharapkan dapat diberikan pada kelompok utama, yang terdiri dari petugas kesehatan dan orang tua di fasilitas perawatan jangka panjang.

"Vaksin itu akan membantu menyelamatkan nyawa di seluruh Amerika Serikat dan dapat mempercepat kembali ke keadaan normal," kata Kepala Eksekutif BioNTech Ugur Sahin.

Baca juga: Pertama di Dunia, Inggris Setuju Pakai Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pfizer mengatakan akan segera memulai pengiriman dan sistem kesehatan masyarakat di sejumlah negara bagian telah berencana memulai pengiriman vaksin paling cepat pada hari Senin (14/12/2020).

Rencananya, pemerintah Amerika Serikat akan mempercepat vaksinasi dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, terutama apabila vaksin Covid-19 Moderna cepat disetujui.

Komite penasihat untuk CDC telah merekomendasikan tentang beberapa kelompok yang dapat diutamakan mendapatkan vaksin tersebut, seperti wanita hamil dan anak usia 16 tahun.

"Ini adalah satu langkah dalam upaya untuk mengakhiri pandemi ini. Banyak orang akan terinfeksi, banyak yang akan dirawat di rumah sakit dan banyak yang akan meninggal sebelum vaksin dapat memberikan dampak berarti pada penularan penyakit ini," kata Amesh Adalja, dari Johns Hopkins Center for Health Security.

Halaman:


Sumber CNN,Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X