Kompas.com - 09/12/2020, 11:43 WIB
Perahu nelayan diterjang ombak di perairan Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/5/2020). Nelayan mengaku kesulitan pergi ke laut akibat gelombang pasang yang terjadi sejak dua hari terakhir di daerah itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww. Iggoy el FitraPerahu nelayan diterjang ombak di perairan Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/5/2020). Nelayan mengaku kesulitan pergi ke laut akibat gelombang pasang yang terjadi sejak dua hari terakhir di daerah itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.

KOMPAS.com - Bagi Anda yang akan beraktivitas di pesisir dan perairan, sebaiknya perlu waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang bisa mencapai ketinggian 6 meter.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini ini dikarenakan pantauan kondisi atmosfer terkni yaitu terdapatnya dua bibit siklon tropis.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan BMKG, kedua bibit siklon tropis tersebut berada di wilayah yang berbeda.

Baca juga: BMKG Ungkap Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Musim Hujan

Pertama, bibit siklon tropis 96S terdapat di Samudera Hindia selatan Jawa Barat. Kedua, bibit siklon tropis 99S terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.

Adapun kecepatan angin yang tercatat maksimum yaitu 30 knot yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di wilayah selatan Indonesia.

"Selain itu, kondisi angin signifikan berkisar 25-30 knot juga terpantau di Laut China selatan timur Vietnam juga akan memberikan dampak secara tidak langsung terhadap tinggi gelombang," kata Guswanto.

Berikut daftar wilayah yang berpeluang mengalami gelombang tinggi yang bisa mencapai 6 meter dalam dua hari ini, Rabu hingga Kamis, 9-10 Desember 2020.

Gelombang tinggi 2,50 - 4,0 meter (kategori tinggi)

  • Laut Jawa bagian tengah dan timur
  • Perairan barat Lampung
  • Selat Sunda bagian barat dan selatan
  • Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan Banten

Gelombang tinggi 4,0 - 6,0 meter (kategori sangat tinggi)

  • Perairan selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur
  • Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur
  • Laut Natuna Utara

Dengan kondisi tersebut, Guswanto mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi untuk tetap waspada dan siaga.

"Kapal atau perahu kecil dihimbau untuk tidak memaksakan melakukan aktivitas pelayaran serta diharapkan untuk memperhatikan update informasi cuaca dan gelombang tinggi BMKG," ujarnya.

Baca juga: Rentetan 4 Gempa di Sumatera adalah Fenomena Wajar, Ini Penjelasan BMKG

Saran Keselamatan

Potensi gelombang tinggi ini dapat memperbesar risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan masyarakat yang tinggal serta beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi itu haruslah tetap waspada.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika akan berlayar di perairan yang berpeluang terjadi gelombang tinggi tersebut.

  1. Perahu Nelayan; perlu waspada ketika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di  atas 1,25 meter
  2. Kapal Tongkang; perlu waspada ketika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di  atas 1,5 meter
  3. Kapal Ferry; perlu waspada ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di  atas 2,5 meter
  4. Kapal Ukuran Besar seperti Kapal kargo atau Kapal Pesiar; perlu waspada ketika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di  atas 4,0 meter



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X