Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WHO Menentang Negara Wajibkan Vaksinasi Covid-19, Apa Maksudnya?

Kompas.com - 08/12/2020, 09:02 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com - Organisai Kesehatan Dunia (WHO) tidak pernah membayangkan vaksinasi wajib dilakukan di seluruh dunia untuk membendung penyebaran virus corona. Hal ini disampaikan WHO Senin (7/12/2020) di Jenewa.

Menurut WHO, kampanye informasi dan penyediaan vaksin untuk kelompok prioritas seperti petugas medis dan lansia akan lebih efektif, mengingat jumlah kematian global yang sudah mencapai lebih dari 1,5 juta jiwa.

Seperti diberitakan Reuters, Selasa (8/12/2020), Inggris sudah memulai program vaksinasi pekan ini dan negara lain kemungkinan besar akan segera menyusul.

Saat ini, pihak berwenang berusaha meyakinkan masyarakat tentang keamanan dan kemanjuran vaksin.

Baca juga: Vaksin Sinovac Datang, Bagaimana Distribusinya? Ini Penjelasan Terawan

"Kami tidak membayangkan negara mana pun membuat mandat wajib untuk vaksinasi," ujar Kate O'Brien, direktur vaksin imunisasi dan biologi WHO dalam konferensi pers di Jenewa, Senin.

"Namun mungkin ada beberapa negara atau situasi tertentu yang mengharuskan atau sangat direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi, contohnya rumah sakit," imbuh Kate O'Brien.

Sementara itu, pakar darurat utama WHO, Mike Ryan, menambahkan pihaknya lebih baik melayani masyarakat berdasarkan data agar orang mendapat manfaatnya.

"Dan membiarkan orang mengambil keputusan sendiri dengan alasan masing-masing," ujar Mike Ryan.

Seperti diberitakan Aljazeera, Senin (7/12/2020), WHO menganggap membujuk orang dengan memaparkan manfaat Covid-19 akan lebih efektif dibanding mewajibkan vaksin.

Badan itu menambahkan, masing-masing negara akan memutuskan bagaimana mereka ingin melakukan kampanye vaksinasi.

O'Brien mengingatkan, meski vaksin Covid-19 sedang dikembangkan, penelitian tetap harus dilanjutkan.

Pasalnya, banyak vaksin untuk penyakit lain terus diperbaiki dari waktu ke waktu.

Baca juga: 5 Hal Soal Vaksin Sinovac yang Tiba Semalam, dari Isi hingga Izin Edar

Selain itu, saat ini WHO masih menunggu untuk memulai diskusi dengan pemerintahan Joe Biden di Amerika Serikat.

Mengingat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS yang menjadi donor utama WHO mengumumkan pengunduran dirinya dari badan tersebut.

WHO juga berencana untuk mengunjungi China untuk mempelajari asal-usul virus corona.

"Kami berencana dan berharap untuk berada di China secepat mungkin,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com