Polusi Lingkungan Bikin Tulang Penis Berang-Berang Lebih Lemah

Kompas.com - 04/12/2020, 16:05 WIB
Berang-berang sungai Amerika Utara. iflscienceBerang-berang sungai Amerika Utara.

KOMPAS.com - Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Chemosphere mengungkapkan jika polusi yang berasal dari ekstraksi minyak dan gas berkontribusi melemahkan tulang penis berang-berang sungai Amerika Utara (Lontra canadensis).

Tulang yang dimaksud adalah baculum, tulang kaku yang terdapat di tengah penis mereka. Tulang ini memiliki peran penting dalam reproduksi berang-berang.

Baca juga: Mengejutkan, Ahli Temukan Berang-berang Makan Jantung dan Hati Hiu

Seperti dikutip dari IFL Science, Jumat (4/12/2020) peneliti mendapatkan informasi jika terjadi peningkatan aktivitas penambangan dan menyebabkan penurunan jumlah satwa liar semi-akuatik di sekitar proyek industri. Peneliti pun kemudian memutuskan melakukan studi.

Meski terdengar seperti hal yang tak biasa saat mempelajari polusi lingkungan, tetapi peran tulang baculum ini menjadi alat yang sangat berguna untuk memantau populasi hewan.

Dalam studi, peneliti membedah bangkai berang-berang sungai dan mempelajari tulang baculum, serta mengawasi kontaminan di hati serta lingkungan sekitar.

Setelah diteliti, peneliti menemukan hati berang-berang mengandung senyawa aromatik polisiklik (PAC), kelas bahan kimia yang diproduksi ketika batu bara, minyak, gas, kayu, dan sampah dibakar.

Selain itu peneliti juga menemukan kandungan PAC serta logam beracun yang lebih tinggi seperti talium dan kadmium di habitat berang-berang. Hal tersebut menurut peneliti berkontribusi membuat baculum menjadi lebih lemah.

Baca juga: Evolusi Tulang Penis Hewan, Dari Durasi Seks Hingga Ambil Sperma

Temuan ini pun menunjukkan, jika berang-berang sungai Amerika Utara merupakan spesies penjaga, sebab mampu mendeteksi dan peka terhadap perubahan halus dalam ekosistem.

Jadi, ini tentu menjadi sebuah kabar buruk kalau spesies tersebut sudah merasakan efek ekstraksi minyak.

Lebih lanjut, belum jelas apakah perubahan baculum dapat memengaruhi populasi, namun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dengan baculum yang lebih kuat, maka hewan dapat memiliki lebih banyak keturunan.

Sementara hingga saat ini jumlah berang-berang sungai Amerika Utara dianggap stabil. Tetapi banyak pihak mulai khawatir atas perubahan habitat mereka, salah satunya yang diakibatkan pencemaran lingkungan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X