Kompas.com - 03/12/2020, 16:30 WIB

KOMPAS.com - Sejak akhir Oktober 2020 hingga awal Desember 2020 ini, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki periode musim hujan 2020-2021.

Akibat curah hujan yang intens dan berdurasi lama, sejumlah wilayah diminta untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi. Namun, apa itu bencana hidrometeorologi?

Kepala Sub-bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Agie Wandala, menjelaskan, bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dampaknya dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dengan berbagai parameternya.

Beberapa paramater di antaranya adalah peningkatan curah hujan, penurunan curah hujan, suhu ekstrem, cuaca esktrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang serta kilat atau petir, dan lain sebagainya.

Baca juga: Riset Potensi Bencana, Ini Saran BMKG untuk Pemerintah Daerah

Agie mengatakan, secara umum, bencana hidrometeorologi tidak hanya terjadi saat musim hujan saja, melainkan juga bisa terjadi di musim kemarau.

"Nah ini yang menarik ya, karena kalau terminologi bencana hidrometeorologi itu, kekeringan juga masuk (kategori bencana hidrometeorologi. Sehingga, tidak hanya pada kasus kelebihan curah hujan (hujan deras saja)," kata Agie kepada Kompas.com, Kamis (3/12/2020).

Namun, diakui Agie, memang benar ketika kondisi Indonesia masuk periode musim hujan, maka kejadian bencana banjir dan longsor cenderung meningkat.

"Statistiknya menyebutkan demikian," ujarnya.

Adapun jenis-jenis ancaman bencana hidrometeologi yang harus diwaspdai adalah sebagai berikut:

- Kekeringan

- Banjir

- Tanah longsor

- Genangan

- Banjir bandang

- Angin kencang

- Pohon tumbang

- Cuaca ekstrem (hujan lebat disertai angin kencang serta kilat atau petir)

Baca juga: Waspada 6 Penyakit Saat Musim Hujan, dari Tipes hingga Kencing Tikus

Dengan karakteristik hujan yang dapat terjadi untuk durasi lama, atau terjadi hujan durasi singkat tetapi dengan intensitas tinggi (lebat), maka masyarakat perlu meningkatkan pola adaptasi terhadap ancaman bencana hidrometeorologi ini.

"Kalau saya melihat, mari kita saja, masyarakat, mulai meningkatkan awareness (kesadaran) akan bencana seperti banjir longsor, banjir bandang," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.