Perbandingan Telur Ayam vs Telur Bebek, dari Nutrisi hingga Manfaat

Kompas.com - 03/12/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi telur balado Aris Setya / shutterstockIlustrasi telur balado

2. Sumber protein yang baik

Mengkonsumsi sumber protein tanpa lemak secara teratur, seperti telur, dapat memberikan manfaat kesehatan yang penting.

Diet tinggi protein telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, termasuk:

  • peningkatan kontrol nafsu makan
  • meningkatkan rasa kenyang
  • penurunan asupan kalori
  • berat badan berkurang

Satu studi kecil bahkan menemukan bahwa protein telur secara khusus mungkin memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan.

Studi ini mengamati bahwa tikus yang mengonsumsi makanan yang terdiri dari 10-20 persen protein telur ayam mengalami penurunan berat badan 29-30 persen lebih banyak daripada tikus yang mengonsumsi makanan kaya protein kasein.

Namun, penelitian ini kecil, terbatas, dan dilakukan pada hewan.

Ilmuwan perlu melakukan penelitian pada manusia tentang protein telur untuk memahami bagaimana efeknya jika dibandingkan jenis protein lain.

Tetap saja, telur adalah sumber protein rendah kalori yang dapat berkontribusi pada diet sehat secara keseluruhan dan bahkan membantu beberapa orang mengatur berat badannya.

3. Baik untuk ASI ibu dan bayi

Telur bisa menjadi sumber nutrisi penting bagi orang hamil dan bayinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menemukan hubungan antara konsumsi telur dan sejumlah manfaat, termasuk produksi ASI yang lebih besar.

Terlebih lagi, kolin nutrisi yang ditemukan dalam telur dapat mendukung kesehatan dan perkembangan otak pada bayi baru lahir.

Bayi yang mengonsumsi telur juga cenderung memiliki asupan nutrisi bermanfaat yang lebih tinggi, termasuk vitamin B12, selenium, dan fosfor.

Bagi orang hamil, manfaatnya mungkin kurang jelas.

Satu studi menemukan bahwa konsumsi telur yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes.

Namun, penelitian lain menemukan hal itu terkait dengan peningkatan risiko darah tinggi dan diabetes.

Oleh karena itu, para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki efek telur pada orang hamil, anak yang belum lahir, dan bayi yang baru lahir.

Baca juga: Jangan Kebanyakan Makan Telur, Bisa Picu Diabetes, Kok Bisa?

Mana lebih baik?

Memilih makan telur ayam atau telur bebek tergantung pilihan dan kebutuhan masing-masing orang.

Namun, beberapa faktor berikut mungkin bisa jadi pertimbangan saat memilih antara telur bebek dan telur ayam:

  • Alergi. Biasanya, orang yang alergi telur ayam dapat dengan aman mengonsumsi telur bebek dan sebaliknya. Alergi bisa disebabkan perbedaan protein penyebab alergi. Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda.
  • Ketersediaan. Telur bebek mungkin tidak tersedia di beberapa daerah.
  • Selera pribadi. Beberapa mungkin lebih menyukai rasa satu jenis telur daripada yang lain.
  • Harga. Telur bebek mungkin lebih mahal karena lebih besar, lebih sulit ditemukan, dan dianggap lezat di beberapa tempat.

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X