Kompas.com - 02/12/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi Bulan. Satelit alami Bumi, Bulan memiliki ukuran seperti planet. Bahkan, di dalam Tata Surya dikenal dengan double planet atau planet ganda, karena ukurannya yang lebih besar dari Bumi. SHUTTERSTOCK/taffpixtureIlustrasi Bulan. Satelit alami Bumi, Bulan memiliki ukuran seperti planet. Bahkan, di dalam Tata Surya dikenal dengan double planet atau planet ganda, karena ukurannya yang lebih besar dari Bumi.


KOMPAS.com- Badan Antariksa Nasional China (CNSA) baru saja melewati salah satu tonggak penting untuk misi terbarunya ke Bulan.

Setelah diluncurkan akhir November lalu, pada Selasa (2/12/2020) robot Chang'e 5 milik Negeri Tirai Bambu itu akhirnya sukses mendarat di Bulan.

Pendaratan tersebut tepatnya di dekat Mons Rumker di Oceanus Procellarum atau Samudra Badai, wilayah luas berwarna gelap di sisi dekat Bulan.

Misi China di Bulan tersebut bertujuan untuk membawa kembali sampel dari bulan untuk dipelajari di Bumi. Chang'e diharapkan mengumpulkan sekitar 2 kg material Bulan.

Baca juga: Misi Bersejarah, China Luncurkan Change 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

 

Seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (24/11/2020) sampel Bulan ini nantinya akan membantu para ilmuwan memahami apa yang terjadi di akhir sejarah Bulan, serta mengetahui bagaimana Bumi dan Tata Surya berevolusi.

Lebih lanjut, beberapa material yang akan dikumpulkan berasal dari permukaan dan sisanya dari kedalaman 2 meter.

Chang'e akan melakukan pengeboran yang dijadwalkan dimulai beberapa jam setelah pendaratan.

Baca juga: Teleskop Raksasa Bakal Dibangun NASA di Bulan, Apa Fungsinya?

 

Setelah terkumpul, sampel kemudian disimpan dan diluncurkan kembali ke orbit Bulan. Di sana Chang'e 5 akan bertemu dengan pengorbit dan kemudian ditransfer ke sebuah kapsul untuk mengirim sampel ke Bumi.

Mengutip IFL Science, Rabu (2/12/2020) kapsul menggunakan teknik skip reentry, yang sebelumnya digunakan dalam misi Apollo serta misi Chang'e 5-T1 2014.

Kapsul tersebut akan bertindak seperti kerikil yang dilempar ke permukaan danau, di mana kapsul akan melewati atmosfer sekali sebelum jatuh ke Bumi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Fenomena
Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Fenomena
Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Fenomena
Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Fenomena
Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oh Begitu
Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Oh Begitu
Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Fenomena
Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Fenomena
Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Oh Begitu
Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X