Transplantasi Paru-paru Jadi Harapan Hidup Pasien Covid-19, Kenapa?

Kompas.com - 02/12/2020, 18:05 WIB
Rontgen paru-paru dari pasien Covid-19 sebelum menerima transplantasi paru-paru. FOto rontgen menunjukkan kerusakan parah pada paru-parunya.
Northwestern MedicineRontgen paru-paru dari pasien Covid-19 sebelum menerima transplantasi paru-paru. FOto rontgen menunjukkan kerusakan parah pada paru-parunya.


KOMPAS.com- Studi otopsi baru mengungkapkan bagaimana virus corona penyebab Covid-19, menyebabkan kerusakan para pada organ paru-paru. Transplantasi paru-paru disebut menjadi satu-satunya harapan hidup bagi pasien.

Dikutip dari Medical Xpress, Rabu (2/12/2020), studi tersebut dilakukan sekelompok peneliti di Chicago dengan menganalisis jaringan dari pasien Covid-19 yang menjalani transplantasi paru-paru dan pasien yang meninggal karena penyakit tersebut.

Dari analisis tersebut peneliti menemukan bahwa Covid-19 dapat menghancurkan penyusun utama pada jaringan paru.

Baca juga: Untuk Kali Pertama, Pasien Covid-19 Menerima Transplantasi Paru-paru

 

Artinya, dengan kerusakan yang diakibatkan, maka organ tersebut tidak bisa pulih. Akibatnya, pengobatan yang akan dijalani pasien menjadi sangat terbatas.

"Kami memberikan bukti eksplisit bahwa Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru pada beberapa pasien. Transplantasi paru-paru menjadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup," kata peneliti utama Dr. Ankit Bharat.

Dr Bharat adalah kepala bedah toraks dan direktur bedah Northwestern Medicine Lung Transplant Program di Chicago.

Selain itu, tim peneliti juga menemukan sel unik, yang disebut sel epitel KRT17, di jaringan paru-paru pasien Covid-19 dengan kerusakan permanen.

Baca juga: Begini Prosedur Transplantasi Ginjal di RSCM Selama Pandemi Covid-19

 

Sel-sel unik tersebut juga ditemukan pada pasien dengan fibrosis paru stadium akhir, yakni penyakit paru-paru progresif yang mematikan.

Menurut peneliti, penemuan sel unik jaringan paru pada pasien dengan Covid-19 adalah yang pertama kalinya dan studi tersebut telah dipublikasikan pada 30 November lalu di Science Translational Medicine.

Hingga saat ini, di Northwestern Medicine ada delapan pasien Covid-19 yang telah menerima transplantasi paru-paru dan merupakan yang paling banyak dilakukan di sistem kesehatan mana pun di dunia.

Dokter spesialis di Lenox Hill Hospital New York, Len Horovitz yang membaca laporan tersebut mengkhawatirkan apabila transplantasi paru-paru sampai harus diperlukan karena kerusakan yang diakibatkan oleh Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukti Awal, Varian Baru Virus Corona Inggris 30 Persen Lebih Mematikan

Bukti Awal, Varian Baru Virus Corona Inggris 30 Persen Lebih Mematikan

Oh Begitu
Sensor BMKG Tangkap Suara Dentuman di Bali, tapi Bukan Aktivitas Gempa

Sensor BMKG Tangkap Suara Dentuman di Bali, tapi Bukan Aktivitas Gempa

Fenomena
Peneliti Oxford Bersiap Rancang Vaksin Covid-19 Khusus Varian Baru

Peneliti Oxford Bersiap Rancang Vaksin Covid-19 Khusus Varian Baru

Oh Begitu
4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

Fenomena
[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

Oh Begitu
Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Oh Begitu
LIPI Kembangkan Metode Kristalisasi untuk Mengelola Sampah Medis

LIPI Kembangkan Metode Kristalisasi untuk Mengelola Sampah Medis

Oh Begitu
Banjir Manado, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Manado, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Fenomena
Bupati Sleman Positif Covid-19, Virus Corona Kemungkinan sudah Berinkubasi

Bupati Sleman Positif Covid-19, Virus Corona Kemungkinan sudah Berinkubasi

Oh Begitu
Epidemiolog Desak Sistem Testing Covid-19 Diperbaiki Sebelum Pandemi Makin Memburuk

Epidemiolog Desak Sistem Testing Covid-19 Diperbaiki Sebelum Pandemi Makin Memburuk

Oh Begitu
Bisa Ular Kobra Semburan Racunnya Tidak untuk Membunuh, Studi Jelaskan

Bisa Ular Kobra Semburan Racunnya Tidak untuk Membunuh, Studi Jelaskan

Oh Begitu
3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

Oh Begitu
5 Kesalahan Saat Makan Siang yang Bisa Gagalkan Penurunan Berat Badan

5 Kesalahan Saat Makan Siang yang Bisa Gagalkan Penurunan Berat Badan

Oh Begitu
Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Oh Begitu
komentar
Close Ads X