Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Neonatologi

Kompas.com - 01/12/2020, 09:02 WIB
Seorang perawat menggendong bayi yang baru lahir yang dilindungi dengan pelindung wajah di tengah wabah virus corona, sebagai ilustrasi. AFP via VOA INDONESIASeorang perawat menggendong bayi yang baru lahir yang dilindungi dengan pelindung wajah di tengah wabah virus corona, sebagai ilustrasi.

KOMPAS.com - Celine Ng-Chan, ibu asal Singapura melahirkan bayi laki-laki pada awal November 2020. Menariknya, meski Ng-Chan positif Covid-19 selama kehamilan, bayinya justru disebut memiliki antibodi Covid-19.

Setelah lahir, bayi yang diberi nama Aldrin ini dinyatakan sehat. Tidak ada virus corona SARS-CoV-2 terdeteksi dalam tubuhnya, justru Aldrin lahir dengan membawa antibodi virus corona.

"Dokter menduga saya telah mentransfer antibodi Covid-19 kepadanya (bayi) selama kehamilan," kata Ng-Chan kepada Straits Times.

Fenomena seperti ini merupakan sesuatu yang langka. Namun, apakah antibodi Covid-19 bisa ditransmisikan secara vertikal?

Baca juga: Ibu Positif Corona di Singapura Lahirkan Bayi dengan Antibodi Covid-19, Kok Bisa?

Menjawab pertanyaan tersebut, Kompas.com menghubungi konsultan neonatologi atau pakar perawatan medis bayi baru lahir, dr. Alifah Anggraini, MSc, SpAK.

Alifah mengatakan, sejauh ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengumumkan bahwa bahwa infeksi Covid-19 bisa ditularkan atau ditransmisikan secara vertikal.

"Pada berita tersebut, saya coba mencari berita asli tapi tidak jelas antibodi yang dimaksud adalah antibodi yang jenis apa," kata Alifah, Senin (30/11/2020).

Pakar Neonatologi dari divisi Perinatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran-Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM)/Instalasi Maternal Perinatal RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta, itu menjelaskan bahwa secara umum ada dua jenis antibodi yang berperan dalam infeksi Covid-19.

Pertama, antibodi imunoglobulin M (IgM). IgM merupakan antibodi yang dia muncul pada awal terinfeksi. Jenis antibodi IgM tidak dapat ditransfer oleh si ibu melalui plasenta.

Sementara jenis antibodi yang kedua disebut imunoglobulin G (IgG). Antibodi IgG ini memang bisa ditransfer oleh ibu melalui plasenta.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X