Mulai Petang Ini, Gerhana Bulan Penumbra Jelas Tampak dari Langit Indonesia Bagian Timur

Kompas.com - 30/11/2020, 18:01 WIB
Penampakan bulan purnama Strawberry Moon saat berlangsung gerhana bulan penumbra, terlihat di atas langit Jakarta, Sabtu (6/6/2020) dini hari. Dua fenomena langit, bulan purnama strawberry dan gerhana bulan penumbra, yang jarang terjadi bersamaan ini bisa terlihat di sebagian besar Eropa, Afrika, Asia, Australia, Samudera Hindia, dan Australia. AFP/BAY ISMOYOPenampakan bulan purnama Strawberry Moon saat berlangsung gerhana bulan penumbra, terlihat di atas langit Jakarta, Sabtu (6/6/2020) dini hari. Dua fenomena langit, bulan purnama strawberry dan gerhana bulan penumbra, yang jarang terjadi bersamaan ini bisa terlihat di sebagian besar Eropa, Afrika, Asia, Australia, Samudera Hindia, dan Australia.


KOMPAS.com - Mengakhiri November 2020, bulan pada hari ini, Senin (30/11/2020), akan mengalami dua fenomena yang menarik untuk diamati, salah satunya gerhana bulan.

Berdasarkan keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), kedua fenomena langit yang akan terjadi dari siang hingga malam nanti adalah gerhana bulan penumbra parsial dan fase bulan purnama.

1. Gerhana bulan penumbra parsial

Gerhana bulan penumbra parsial hari ini akan dimulai sejak pukul 14.29 WIB hingga pukul 18.55 WIB, yaitu terjadi selama 4 jam 25 menit 52 detik.

Wilayah Indonesia seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua ditambah dengan Timor Leste akan dapat menyaksikan seluruh fase gerhana ini, mulai dari kontak awal, puncak gerhana bulan, hingga kontak akhir.

Foto pengamatan gerhana bulan penumbra pukul 01.02 WIB, Sabtu (6/6/2020)Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Sumedang Foto pengamatan gerhana bulan penumbra pukul 01.02 WIB, Sabtu (6/6/2020)

Baca juga: 3 Fenomena Langit Malam Ini, Salah Satunya Gerhana Bulan Penumbra

 

Sementara itu, wilayah Indonesia sisanya hanya dapat menyaksikan bulan yang sudah tidak tertutup bayangan penumbra secara maksimal.

Hal itu dikarenakan puncak gerhana terjadi sebelum bulan terbit. Sehingga, secara umum, gerhana bulan penumbra parsial ini dapat diamati dari arah timur-timur laut.

Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, menjelaskan, secara teoretis gerhana bulan penumbra (GBP) ini dapat diamati dari seluruh wilayah di Indonesia bersamaan dengan bulan mulai terbit di langit timur. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Fenomena
SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

Fenomena
Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Fenomena
IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

Kita
Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Fenomena
BMKG: Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Sejak Awal Januari

BMKG: Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Sejak Awal Januari

Fenomena
7 Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem Berisiko Bencana di Wilayah Indonesia

7 Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem Berisiko Bencana di Wilayah Indonesia

Oh Begitu
Waspada, Potensi Awan Cumulonimbus Bisa Ganggu Penerbangan di Wilayah Berikut

Waspada, Potensi Awan Cumulonimbus Bisa Ganggu Penerbangan di Wilayah Berikut

Fenomena
8 Makanan Ini Bisa Bantu Kurangi Stres, dari Ikan, Yogurt, hingga Teh

8 Makanan Ini Bisa Bantu Kurangi Stres, dari Ikan, Yogurt, hingga Teh

Kita
Eksperimen Unik, Sebuah Ruangan di ISS Dibiarkan Kotor

Eksperimen Unik, Sebuah Ruangan di ISS Dibiarkan Kotor

Oh Begitu
Paus Mati di Mediterania, Bangkai Terbesar yang Pernah Ditemukan

Paus Mati di Mediterania, Bangkai Terbesar yang Pernah Ditemukan

Oh Begitu
Mitos atau Fakta, Makan Apel Tiap Hari Mengurangi Kunjungan ke Dokter

Mitos atau Fakta, Makan Apel Tiap Hari Mengurangi Kunjungan ke Dokter

Kita
Gempa Hari Ini: M 5,2 Guncang Teluk Bintuni, Terasa di Sorong Papua Barat

Gempa Hari Ini: M 5,2 Guncang Teluk Bintuni, Terasa di Sorong Papua Barat

Fenomena
Ilmuwan Jerman Berhasil Membuat Tikus Lumpuh Berjalan Lagi, Kok Bisa?

Ilmuwan Jerman Berhasil Membuat Tikus Lumpuh Berjalan Lagi, Kok Bisa?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Tangkap Suara Dentuman Bali | Bisa Ular Kobra Tidak Membunuh | Varian Covid-19 Inggris Lebih Mematikan

[POPULER SAINS] BMKG Tangkap Suara Dentuman Bali | Bisa Ular Kobra Tidak Membunuh | Varian Covid-19 Inggris Lebih Mematikan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X