Ilmuwan Berencana Pelajari Bebatuan Mars di Siprus, Ini Alasannya

Kompas.com - 28/11/2020, 17:00 WIB
Lanskap pegunungan Troodos di Siprus yang disebut mirip dengan geologis Mars. Para ilmuwan berencana membuat proyek untuk memahami Mars di sini. Wikimedia CommonsLanskap pegunungan Troodos di Siprus yang disebut mirip dengan geologis Mars. Para ilmuwan berencana membuat proyek untuk memahami Mars di sini.

KOMPAS.com - Jumat kemarin (27/11/2020), pakar dari Siprus dan Internasional berencana menguji peralatan ruang angkasa di pulau Mediterania, sebelum mengirimnya ke planet Mars untuk mengukur usia bebatuan planet merah.

Ahli planet dan geologi tiba di Siprus awal bulan ini untuk menguji peralatan di pegunungan Troodos. Menurut para ilmuwan, lokasi itu memiliki kesamaan geologis dengan planet Mars.

Proyek ini didanai oleh Komisi Eropa. Hari Jumat kemarin adalah pertemuan pertama yang melibatkan Organisasi Eksplorasi Luar Angkasa Siprus (CSEO) dan Departemen Survei Geologi.

Baca juga: Membedah Rencana Misi Antariksa Hope di Mars

"Pertemuan itu membahas tujuan program luar angkasa internasional, kebutuhan geologi, dan lokasi yang paling cocok untuk proyek tersebut," kata pejabat Departemen Survei Geologi.

Dilansir AFP, Jumat (27/11/2020), proyek pengukuran batuan dianggap sangat inovatif.

"Sebab, tidak ada pengukuran akurat tentang usia batuan Mars dari misi sebelumnya," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Karena geologi Pegunungan Troodos di Siprus dianggap memiliki banyak kesamaan dengan bebatuan Mars, proyek ini pun bisa dimulai.

Pejabat direktur Departemen Survei Geologi, Christodoulos Hadjigeorgiou, mengatakan bahwa pertemuan hari Jumat berjalan lancar dengan pengetahuan lokal tentang lanskap yang ditawarkan kepada para ilmuwan internasional.

CSEO mengambil bagian dalam proyek penelitian internasional besar di Mars, bekerja sama dengan tiga negara Eropa lainnya serta Amerika Serikat.

"Proyek luar angkasa ini sekali lagi menyoroti keunikan geologi negara kita (Siprus), yang dapat membantu mempersiapkan misi luar angkasa ke benda langit lainnya," kata Kepala CSEO George Danos.

"Melalui kerja sama ini kami akan menciptakan lapangan kerja baru bagi para ilmuwan di Siprus dan proyek penelitian baru bekerja sama dengan badan antariksa internasional," tambahnya.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Asteroid antara Mars-Jupiter Bernilai 10 Juta Triliun Dollar AS



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Kucing dan Anjing Butuh Vaksin Covid-19 Khusus?

Apakah Kucing dan Anjing Butuh Vaksin Covid-19 Khusus?

Oh Begitu
Dentuman di Bali, LAPAN Menduga Berasal dari Meteor Jatuh

Dentuman di Bali, LAPAN Menduga Berasal dari Meteor Jatuh

Fenomena
WHO: Tak Ada Bukti 33 Lansia di Norwegia Tewas Akibat Vaksin Covid-19

WHO: Tak Ada Bukti 33 Lansia di Norwegia Tewas Akibat Vaksin Covid-19

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia Akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia Akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Oh Begitu
Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Fenomena
Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Fenomena
Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Oh Begitu
Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Oh Begitu
Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

Oh Begitu
BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

Fenomena
Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Fenomena
SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

Fenomena
Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Fenomena
IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

Kita
komentar
Close Ads X