Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Kompas.com - 26/11/2020, 19:03 WIB
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPetugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan.


KOMPAS.com- Sejauh ini, data analisis sementara uji klinik fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac menunjukkan hasil yang cukup baik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) mengunjungi Bio Farma dan melakukan diskusi bersama peneliti uji klinis vaksin Sinovac serta Litbangkes Kementerian Kesehatan terkait proses pengujian yang sedang berlangsung.

"Maksud kedatangan BPOM ke Bio Farma adalah untuk memastikan beberapa hal (terkait pengujian vaksin Covid-19 Sinovac)," kata Kepala BPOM DR Penny K Lukito MCP dalam konferensi pers, Kamis (26/11/2020).

Penny menjelaskan kedatangan tersebut dilakukan untuk melihat dan mendiskusikan progres uji klinik vaksin buatan Sinovac.

Baca juga: BPOM Belum Keluarkan Izin Edar Vaksin Covid-19 di Indonesia, Apa Alasannya?

 

Di antaranya terkait aspek mutu, keamanan dan khasiat atau efikasi dari vaksin yang sedang diuji klinik tersebut.

"Yang bisa kami laporkan dari hasil tersebut, dari aspek mutu, vaksin Covid-19 tersebut dapat dikatakan memenuhi aspek cara produksi obat yang baik di fasilitasnya di China," kata Penny.

Sementara, untuk mendapatkan data klinis yang menunjukkan aspek keamanan dan khasiat, Penny menjelaskan bahwa diperlukan data hasil uji klinis yang dilakukan di Bandung, serta dari beberapa negara lain.

Lebih lanjut Penny memaparkan untuk mendapatkan aspek keamanan dan khasiat atau efikasi vaksin yang diharapkan, maka hasil analisis sampel darah harus menunjukkan imunogenisitas.

Baca juga: BPOM Ungkap Proses Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Dapat Izin Edar

 

Analisis imunogenisitas menjadi parameter ukur yang dapat menjadi bukti ilmiah dari aspek keamanan dan khasiat setelah penyuntikan dosis kedua.

"Nantinya, akan terus kami pantau, dari sebulan, 3 bulan dan 6 bulan ke depan," jelas Penny.

Penny mengungkapkan berdasarkan data 1 bulan pascasuntikan pertama, menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

"Sejauh ini, data yang diterima, dalam satu bulan dilihat dari aspek khasiatnya hasilnya baik. Kami positif (dengan hasil uji klinis vaksin Covid-19), data-data selanjutnya masih kami tunggu dalam observasi 3 bulan, yang akan terlihat pada bulan Desember ini," jelas Penny.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Penularan Virus Corona, dari Transmisi Pernapasan hingga Tinja

4 Cara Penularan Virus Corona, dari Transmisi Pernapasan hingga Tinja

Kita
Waterspout Waduk Gajah Mungkur, Kenali Tanda dan Waktu Datangnya Puting Beliung

Waterspout Waduk Gajah Mungkur, Kenali Tanda dan Waktu Datangnya Puting Beliung

Fenomena
Cegah Covid-19, Apa Beda Masker Kain, Medis, FFP2, N95, dan KN95?

Cegah Covid-19, Apa Beda Masker Kain, Medis, FFP2, N95, dan KN95?

Kita
Pertama Kali, Ahli Hitung Populasi Gajah Afrika dari Luar Angkasa

Pertama Kali, Ahli Hitung Populasi Gajah Afrika dari Luar Angkasa

Oh Begitu
Waterspout Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini 5 Tanda Kemunculannya

Waterspout Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini 5 Tanda Kemunculannya

Oh Begitu
Satelit Seukuran Kotak Sereal akan Diluncurkan Australia Selatan ke Luar Angkasa

Satelit Seukuran Kotak Sereal akan Diluncurkan Australia Selatan ke Luar Angkasa

Fenomena
7 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru

7 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru

Oh Begitu
Fosil Dinosaurus di Argentina Jadi Mahluk Terbesar di Bumi yang Pernah Ditemukan

Fosil Dinosaurus di Argentina Jadi Mahluk Terbesar di Bumi yang Pernah Ditemukan

Oh Begitu
BMKG: 4 Fakta Peningkatan Aktivitas Gempa Januari 2021 Dibandingkan 2020

BMKG: 4 Fakta Peningkatan Aktivitas Gempa Januari 2021 Dibandingkan 2020

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Sebut Puting Beliung di Wonogiri Waterspout | Pemanasan Global Bikin Ikan Sulit Bernapas | 3 Gejala Covid-19 di Mata

[POPULER SAINS] BMKG Sebut Puting Beliung di Wonogiri Waterspout | Pemanasan Global Bikin Ikan Sulit Bernapas | 3 Gejala Covid-19 di Mata

Oh Begitu
Deretan Bencana Alam di Awal 2021, Walhi Desak Pemerintah Serius Pulihkan Lingkungan

Deretan Bencana Alam di Awal 2021, Walhi Desak Pemerintah Serius Pulihkan Lingkungan

Oh Begitu
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BMKG Sebut Itu Waterspout

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BMKG Sebut Itu Waterspout

Fenomena
Halo Prof! Hidung Mudah Mimisan, Bagaimana Solusinya?

Halo Prof! Hidung Mudah Mimisan, Bagaimana Solusinya?

Halo Prof!
Ahli Ungkap Isi Wadah Obat Kuno Milik Suku Maya

Ahli Ungkap Isi Wadah Obat Kuno Milik Suku Maya

Fenomena
ASI Eksklusif di Indonesia Meningkat Tajam Selama Pandemi Covid-19

ASI Eksklusif di Indonesia Meningkat Tajam Selama Pandemi Covid-19

Oh Begitu
komentar
Close Ads X