Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Kompas.com - 26/11/2020, 08:30 WIB
Belasan karyawan pabrik rambut palsu di Kabupaten Purbalingga menempati Gedung Korpri yang digunakan sebagai ruang isolasi darurat pasien Covid-19 karena seluruh rumah sakit rujukan penuh, Jumat (20/11/2020). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIBelasan karyawan pabrik rambut palsu di Kabupaten Purbalingga menempati Gedung Korpri yang digunakan sebagai ruang isolasi darurat pasien Covid-19 karena seluruh rumah sakit rujukan penuh, Jumat (20/11/2020).


KOMPAS.com- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mengumumkan bahwa ada peningkatan keterisian tempat tidur atau kapasitas rumah sakit penuh di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hampir di semua daerah menginformasikan kapasitas rumah sakit Covid-19 penuh pasien, baik di ruang isolasi maupun ICU.

Ketua Departemen Manajemen Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Irwandy, SKM, MScPH, MKes mengatakan peningkatan pasien Covid-19 mulai terlihat seminggu belakangan.

"Ini adalah dampak dari masih kurangnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Prof Irwandy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Mei, Kasus Corona Indonesia Bisa 50.000 dan Lumpuhkan Rumah Sakit

 

Bahkan, tak hanya itu, kapasitas rumah sakit yang hampir penuh tersebut diperparah dengan pergerakan masyarakat yang cukup besar selama libur panjang di akhir Oktober lalu.

"Jadi penularan yang tinggi terjadi di akhir Oktober dan awal November. Dampaknya, kita lihat setelah satu sampai dua minggu kemudian," jelas Prof Irwandy.

Berdasarkan data peningkatan kasus Covid-19 di bulan November ini, tren puncak penularan tersebut terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia yang rata-rata terjadi pada pertengahan bulan ini.

Strategi hadapi lonjakan kasus Covid-19

Prof Irwandy memperingatkan beberapa daerah harus mewaspadai kondisi ini, terutama yang terlihat di daerah-daerah tujuan wisata.

Baca juga: Rumah Sakit Covid-19 di Jakarta Hampir Penuh, Ini 3 Strategi dari Ahli

 

Terlebih musim liburan pada Desember mendatang, kata Prof Irwandy, dampaknya diperkirakan akan tampak pada Januari 2021 sekitar minggu kedua.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada pemerintah pusat dan daerah harus mulai menganalisis kembali kapasitas rumah sakit di daerahnya.

"Selain itu, (rumah sakit) harus mempersiapkan diri untuk menerima lonjakan pasien, yang saya prediksi akan lebih tinggi dibandingkan kondisi saat ini," ungkap Prof Irwandy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X