Ibu Hamil Positif Covid-19, Haruskah Melahirkan dengan Operasi Caesar?

Kompas.com - 25/11/2020, 17:04 WIB
Ilustrasi ibu hamil SHUTTERSTOCK/zffotoIlustrasi ibu hamil

KOMPAS.com - Ibu hamil disebut sebagai salah populasi rentan Covid-19. Pasalnya, infeksi Covid-19 dapat membuat risiko keguguran meningkat pada kehamilan trimester satu, meningkatkan risiko kelahiran prematur dan menimbulkan gejala pneumonia berat pada ibu hamil di trimester tiga.

Lantas bila ibu hamil yang positif Covid-19 telah berhasil menjalani kehamilannya dengan baik, apakah proses persalinan harus dengan operasi caesar?

Dokter Merwin Tjahjadi, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, menegaskan bahwa ibu hamil yang positif Covid-19 masih dimungkinkan untuk melahirkan secara normal atau per vaginam.

Pasalnya, metode persalinan sebelum dan selama pandemi Covid-19 tida berubah dan tetap dua, yaitu per vaginam atau normal dan sectio caesaria atau operasi caesar.

Baca juga: Ibu Hamil Positif Covid-19, Berisiko Sakit Parah hingga Kelahiran Prematur

Begitu pun dengan indikasi untuk menjalani sectio caesaria, masih sama dengan sebelum pandemi.

"Bedanya, semua diterapkan dengan protokol kesehatan, baik dari pihak rumah sakit, tenaga kesehatan dan pasien," ujar dokter Merwin dalam media discussion yang diadakan hari ini (25/11/2020).

Beberapa hal yang juga harus menjadi pertimbangan ketika menentukan metode persalinan adalah gejala klinis ibu hamil, risiko penularan terhadap lingkungan sekitar, kemampuan untuk menerapkan protokol kesehatan dan penerapan protokol kesehatan tertinggi di ruang bersalin, ruang operasi dan ruang perawatan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil di masa new normal untuk berhati-hati dalam memilih tempat persalinan.

Baca juga: CDC: Ibu Hamil yang Terinfeksi Covid-19 Berpotensi Melahirkan Prematur

Ibu hamil disarankan untuk memilih tempat persalinan yang melaksanakan prosedur sesuai protokol kesehatan yang ketat, memiliki tim dokter multi disiplin atau subspesialisasi yang lengkap, serta memiliki maternity counsellor atau bidan yang dapat dihubungi setiap saat dan fasilitas untuk kehamilan berisiko (NICU).

Sebelum dan sesudah persalinan

Bila ibu hamil dan dokter yang menangani telah memutuskan metode persalinan yang sesuai, maka tahap selanjutnya adalah mempersiapkan diri untuk melahirkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X