Efektif 90 Persen, Ketahui 7 Fakta Vaksin AstraZeneca-Oxford

Kompas.com - 25/11/2020, 13:00 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer 90 persen efektif berdasarkan pengamatan dari sekitar 43.000 relawan di Amerika Serikat (AS), hanya 94 orang yang terkonfirmasi Covid-19, sejak pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 atau plasebo. SHUTTERSTOCK/Blue Planet StudioIlustrasi vaksin Pfizer 90 persen efektif berdasarkan pengamatan dari sekitar 43.000 relawan di Amerika Serikat (AS), hanya 94 orang yang terkonfirmasi Covid-19, sejak pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 atau plasebo.

 

3. Masih perlu disetujui otoritas regulasi

Langkah berikutnya untuk AstraZeneca adalah mendapatkan persetujuan vaksin oleh regulator.

Minggu ini, perusahaan mengatakan akan memberikan datanya kepada regulator di Inggris Raya, Uni Eropa, dan Amerika Serikat untuk otorisasi darurat guna mulai mengelola vaksin.

Mereka juga meminta izin darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengelola vaksin di negara-negara berpenghasilan rendah.

Belum ada vaksin vektor adenovirus yang disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat, meskipun beberapa telah menyelesaikan studi fase 2 dengan vaksin adenovirus untuk melawan penyakit lain.

4. AS mendanai pengembangan vaksin AstraZeneca-Oxford lebih dari Rp 14,16 triliun

Pada bulan Mei, Badan Penelitian dan Pengembangan Lanjutan Biomedis AS (BARDA) memberikan AstraZeneca dan Oxford lebih dari 1 miliar dollar AS atau Rp 14,16 triliun AS dalam pendanaan untuk mengembangkan vaksin Covid-19 ini.

AstraZeneca juga setuju untuk memasok AS dengan setidaknya 400 juta dosis vaksin jika disetujui.

Selain itu, pada bulan Juni mereka bermitra dengan Center For Epidemic Preparedness Innovations, sebuah kemitraan global antara entitas publik dan swasta, untuk meningkatkan produksi vaksin.

Juga pada bulan Juni, perusahaan mencapai kesepakatan dengan Europe's Inclusive Vaccine's Alliance untuk menyediakan 400 juta dosis vaksin dengan biaya, tanpa keuntungan, selama durasi pandemi.

5. Jika disetujui, vaksin tersedia 2021

Setelah badan pengatur mengotorisasi penggunaan vaksin, AstraZeneca akan mulai memproduksi dosis, setelah membuat kesepakatan dengan sejumlah organisasi berbeda untuk membuatnya dengan cepat.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (23/11/2020), perusahaan mengatakan dapat memproduksi hingga 3 miliar dosis vaksin pada tahun 2021.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X