Mungkinkah Kekebalan terhadap Virus Corona Bertahan hingga Puluhan Tahun?

Kompas.com - 23/11/2020, 07:15 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Ketika terinfeksi Covid-19, tubuh akan membangun pasukan pelindung sel kekebalan. Tapi, sel kekebalan ini tampaknya akan bertahan dalam rentang waktu yang berbeda pada setiap orang.

Pasalnya, ada orang yang terinfeksi ulang virus corona, ada juga yang tidak.

Namun, melansir Live Science, peneliti melakukan sebuah studi baru yang menunjukkan, sel kekebalan akan bertahan selama lebih dari enam bulan setelah infeksi Covid-19 menghilang.

Bahkan, menurut para peneliti, sel-sel kekebalan tampak stabil dan dapat bertahan dari serangan virus setidaknya hingga beberapa tahun.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Cara Mematikan Protein Perusak dari Virus Corona

"Jumlah sel kekebalan itu kemungkinan akan mencegah sebagian besar orang mengalami sakit parah dan harus dirawat inap, hingga bertahun-tahun,” kata rekan penulis Shane Crotty, ahli virologi di La Jolla Institute of Immunology di California, kepada The New York Times.

Meski demikian, menurut Nicolas Vabret, asisten profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Mount Sinai Icahn, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, membuat prediksi tentang berapa lama kekebalan terhadap virus corona bisa menjadi sesuatu yang rumit.

"Ini akan mengejutkan, melihat sel kekebalan menumpuk pada pasien selama enam bulan dan tiba-tiba rusak setelah satu tahun," kata Vabret.

Ia mengatakan, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kekebalan SARS-CoV-2 akan bertahan selama beberapa decade, adalah dengan mempelajari pasien selama periode waktu yang sama.

Dengan kata lain, kita tidak akan tahu persis berapa lama kekebalan bertahan tanpa terus mempelajari mereka yang telah pulih dari Covid-19.

Namun, studi baru, yang telah dipublikasikan 16 November lalu, ke database pracetak bioRxiv, memang memberikan petunjuk kuat bahwa perlindungan tersebut berumur panjang - meskipun jelas tidak pada semua orang, karena ada beberapa kasus orang yang terinfeksi ulang virus corona setelah pulih. .

Penelitian ini menyelidiki sistem kekebalan manusia, menilai bagaimana garis pertahanan yang berbeda berubah setelah infeksi Covid-19.

Pertahanan ini termasuk antibodi, yang mengikat virus dan memanggil sel kekebalan untuk menghancurkan virus atau menetralkannya sendiri.

Sel B memori, sejenis sel darah putih, akan "mengingat" virus setelah infeksi sembuh dan membantu dengan cepat meningkatkan pertahanan tubuh, seandainya tubuh terpapar kembali.

Sementara itu, sel T memori, jenis sel darah putih lain, juga belajar mengenali virus corona dan membuang sel yang terinfeksi. Dalam studi ini, penulis penelitian secara khusus mengamati sel T yang disebut sel CD8 + dan CD4 +.

Baca juga: Penting Isolasi, Pembawa Virus Corona Sangat Menular Bisa Tularkan Setelah 5 Hari Infeksi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X