Kompas.com - 21/11/2020, 20:02 WIB
Teleskop radio di Arecibo Observatory yang dioperasikan National Science Foundation (NSF) bersama University of Central Florida mengalami kerusakan parah dan tidak bisa diperbaiki. Rencananya teleskop penting dalam penelitian alam semesta ini akan dinonaktifkan. UNIVERSITY of CENTRAL FLORIDATeleskop radio di Arecibo Observatory yang dioperasikan National Science Foundation (NSF) bersama University of Central Florida mengalami kerusakan parah dan tidak bisa diperbaiki. Rencananya teleskop penting dalam penelitian alam semesta ini akan dinonaktifkan.


KOMPAS.com - Teleskop radio terbesar di dunia akan hancur dikarenakan mengalami kerusakan dan tidak dapat diperbaiki. Bangunan ini tidak bisa diselamatkan akibat dari kabel yang putus di Arecibo Observatory di Puerto Rico.

Kabel penting teleskop radio terbesar di dunia ini putus yang kedua kalinya pada 6 november dan merusak piringan pemantul dan berada pada ambang kehancuran.

Dilansir dari Popular Mechanics, Sabtu (21/11/2020) National Science Foundation (NSF) yang selama ini mengoperasikan Arecibo Observatory mengumumkan akan menonaktifkan dan manghancurkan teleskop radio yang cukup terkenal tersebut.

Teleskop radio yang telah lama dioperasikan bersama dengan University of Central Florida itu mengalami kerusakan parah, yang mana mereka tidak bisa memperbaiki piringan pada teleskop itu dengan aman.

Baca juga: Tata Surya Lain Tertangkap Teleskop Eropa, Planet Mengorbit pada Bintang Mirip Matahari

 

Setelah ada penilaian hal yang perlu dipahami bukan mengenai apakah observatorium harus diperbaiki atau tidak, namun bagaimana cara memperbaiki hal tersebut.

"Tetapi pada akhirnya, sejumlah besar data menunjukkan bahwa kami tidak dapat melakukan (perbaikan teleskop) ini dengan aman dan hal tersebut merupakan garis yang tidak dapat kami lewati," kata Ralph Gaume, direktur Divisi Ilmu Astronomi NSF, dalam sebuah pernyataan.

Sebaliknya, NSF akan memfokuskan upaya pada pengembangan fasilitas pendidikan dan penjangkauan stasiun.

Setelah pembongkaran antena selesai, pusat pengunjung, fasilitas LIDAR Observatorium Arecibo, dan fasilitas di luar lokasi yang mempelajari pembentukan awan, akan dibuka kembali.

Baca juga: Perburuan Planet 9 di Tata Surya, Astronom akan Gunakan Teleskop Raksasa ini

 

Namun, ada fakta menarik dari Arecibo ini, yakni ternyata perangkat ini sangat penting dan merupakan teleskop radio paling kuat di Bumi.

Arecibo bisa dikatakan terkenal karena sering dicari untuk mengetahui kehidupan luar angkasa.

Teleskop ini terdiri dari piringan pemantul stasioner dengan lebar 1.000 kaki (305 meter) dan platform penerima 900 ton yang mengapung di atasnya. Ada kabel baja besar yang bisa menampung hingga 1,2 juta pound sebagai platform penerima yang digantung oleh kabel tersebut.

Ilustrasi asteroid raksasa mendekati BumiSHUTTERSTOCK/MOPIC Ilustrasi asteroid raksasa mendekati Bumi

Sayangnya, kabel tersebut telah putus pada Agustus lalu, kabel primer kemudian juga menyerah pada tekanan tambahan, putus dan jatuh ke piringan reflektor di bawah dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah.

"Ini jelas bukan yang kami ingin lihat, tetapi yang penting adalah tidak ada yang terluka," kata Francisco Cordova, direktur observatorium.

Sistem radar planet Bumi

Sejauh ini, Arecibo telah teruji oleh waktu sejak dibangun pada 1960-an. Observatorium ini, bahkan telah mengalami badai, badai tropis, dan gempa bumi, tetapi beberapa ilmuwan khawatir kegagalan terbaru ini dapat menyebabkan kehancurannya.

“Sebagai seseorang yang bergantung pada Arecibo untuk sains, saya takut,” kata Scott Ransom, astronom di Observatorium Nanohertz Amerika Utara untuk Gelombang Gravitasi, kepada Associated Press.

Baca juga: Ilmuwan NASA Gunakan Teleskop ini untuk Temukan Oksigen di Luar Bumi

Situasi ini bisa dikatakan mengkhawatirkan karena ada kemungkinan yang berjenjang, kegagalan katastropik.

Lebih dari 250 ilmuwan menggunakan instrumen ini setiap tahunnya, untuk memberikan wawasan penting tentang alam semesta, namun akibat dari putusnya kabel menyebabkan pengamatan tersebut terhenti.

Arecibo dianggap sebagai sistem radar planet paling kuat di dunia dan sangat penting bagi NASA dalam Program Pengamatan Objek Dekat Bumi.

Sebab, program pertahanan planet bisa menemukan dan melacak asteroid yang bisa menghantam Bumi, memberi kelonggaran waktu, sehingga kita tidak berakhir seperti dinosaurus.

Baca juga: Berukuran 500 Meter, Teleskop Raksasa Pemburu Alien China Resmi Beroperasi

Arecibo berencana untuk mengganti kabel yang ada mulai bulan depan, tetapi belum mengetahui bagaimana cara membayarnya.

Menurut Associated Press, observatorium memperkirakan kerusakan mencapai lebih dari 12 juta dollar Amerika dan dana telah diminta dari National Science Foundation agar bisa digunakan untuk memperbaikinya.

Sementara itu, sembari menanti bantuan untuk memperbaikinya, para teknisi menggunakan drone dan kamera jarak jauh untuk menilai kondisi dan menentukan penyebab kerusakan pada teleskop radio tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA Bagikan Foto Pola Biru Aneh di Kutub Mars, Apa Itu?

NASA Bagikan Foto Pola Biru Aneh di Kutub Mars, Apa Itu?

Oh Begitu
Tulang Berusia 6000 Tahun Ungkap Domestikasi Anjing di Arab

Tulang Berusia 6000 Tahun Ungkap Domestikasi Anjing di Arab

Oh Begitu
UEA Bakal Kirim Wahana ke Bulan pada 2022, Gandeng iSpace Jepang

UEA Bakal Kirim Wahana ke Bulan pada 2022, Gandeng iSpace Jepang

Oh Begitu
Cotton Bud Berawal dari Tusuk Gigi yang Ditancapkan Kapas

Cotton Bud Berawal dari Tusuk Gigi yang Ditancapkan Kapas

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Kata Psikolog Soal Netizen Indonesia Hujat Pengantin Gay Thailand | Vaksin Nusantara Dinilai Tak Layak

[POPULER SAINS] Kata Psikolog Soal Netizen Indonesia Hujat Pengantin Gay Thailand | Vaksin Nusantara Dinilai Tak Layak

Oh Begitu
Jangan Abaikan, Asam Amino Esensial Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Jangan Abaikan, Asam Amino Esensial Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Oh Begitu
Tips Puasa Ramadhan untuk Penderita Maag dan Tukak Lambung

Tips Puasa Ramadhan untuk Penderita Maag dan Tukak Lambung

Kita
Jepang Berencana Buang Jutaan Ton Air Limbah Nuklir ke Samudra Pasifik

Jepang Berencana Buang Jutaan Ton Air Limbah Nuklir ke Samudra Pasifik

Oh Begitu
Pentingnya Kajian Jejak Air Bioenergi yang Diklaim Ramah Lingkungan

Pentingnya Kajian Jejak Air Bioenergi yang Diklaim Ramah Lingkungan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,5 Guncang Samudera Hindia Selatan Bali - Nusa Tenggara

Gempa Hari Ini: M 5,5 Guncang Samudera Hindia Selatan Bali - Nusa Tenggara

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Disebut Burung Cinta Sejati, Blue Jay Hanya Kawin Sekali Seumur Hidup

Kamasutra Satwa: Disebut Burung Cinta Sejati, Blue Jay Hanya Kawin Sekali Seumur Hidup

Oh Begitu
7 Cara Menanam Porang dari Tanah hingga Panen agar Hasil Berkualitas

7 Cara Menanam Porang dari Tanah hingga Panen agar Hasil Berkualitas

Oh Begitu
Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Banjir Akhir Pekan Ini

Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Banjir Akhir Pekan Ini

Fenomena
Pasien Diabetes Ingin Puasa Ramadhan? Begini Panduan Makannya

Pasien Diabetes Ingin Puasa Ramadhan? Begini Panduan Makannya

Oh Begitu
Siklon Tropis Surigae Menjauhi Indonesia, Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Siklon Tropis Surigae Menjauhi Indonesia, Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Fenomena
komentar
Close Ads X