Rahasia Alam Semesta: Apa Itu Galaksi dan Bagaimana Terbentuknya?

Kompas.com - 20/11/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi galaksi. Galaksi adalah sekumpulan besar gas, debu, dan miliaran bintang, serta tata surya, yang semuanya disatukan oleh gravitasi. SHUTTERSTOCK/ZakharchukIlustrasi galaksi. Galaksi adalah sekumpulan besar gas, debu, dan miliaran bintang, serta tata surya, yang semuanya disatukan oleh gravitasi.


KOMPAS.com- Di alam semesta ini, Tata Surya yang terdiri dari Matahari, satelit alam seperti bulan, berbagai benda lain, hingga sembilan planet, termasuk Bumi yang kita tinggali adalah bagian dari sebuah galaksi.

Galaksi yang kita tinggali ialah salah satu dari di antara banyak galaksi yang ada di alam semesta ini.

Lantas, apa itu galaksi?

Galaksi adalah sekumpulan besar gas, debu, dan miliaran bintang, serta tata surya mereka, yang semuanya disatukan oleh gravitasi.

Dikutip dari NASA Science, Jumat (20/11/2020) galaksi yang kita tinggali ini dikenal sebagai Galaksi Bima Sakti, yang memiliki lubang hitam supermasif di tengahnya.

Baca juga: Galaksi ini Bisa Picu Tsunami yang Hancurkan Pembentukan Bintang

 

Ada banyak sekali galaksi, selain dunia yang kita tinggali. Salah satu galaksi yang bisa kita lihat adalah Bima Sakti, di mana saat melihat bintang di langit malam, maka kita sedang melihat galaksi ini.

Jika benar-benar gelap, jauh dari cahaya dari kota dan rumah, Anda bahkan dapat melihat pita berdebu galaksi Bima Sakti membentang di langit.

 

Ada sangat banyak galaksi dan bahkan kita saat ini belum bisa menghitung semuanya. Bahkan, teleskop luar angkasa Hubble dapat mengamati sepetak kecil ruang angkasa selama 12 hari dan menemukan 10.000 galaksi, dengan berbagai ukuran, bentuk, dan warna.

Beberapa ilmuwan mengira mungkin ada sekitar seratus miliar galaksi di alam semesta.

Baca juga: Astronom Temukan Galaksi yang Sangat Mirip Bima Sakti, Begini Rupanya

 

Bentuk galaksi Bima Sakti

Dari miliaran galaksi, tentu tak memiliki bentuk yang sama. Bentuk galaksi ada yang melengkung dan terlihat seperti kincir membuat beberapa galaksi akan terlihat seperti spiral, yaitu galaksi yang mirip dengan galaksi kita.

Kemudian ada galaksi elips yang berbentuk halus dan lonjong. Bahkan, ada juga galaksi yang bukan spiral atau oval. Bentuknya cenderung tidak beraturan dan terlihat seperti gumpalan.

Cahaya yang kita lihat dari masing-masing galaksi ini berasal dari bintang-bintang yang ada di dalamnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X