Kompas.com - 17/11/2020, 12:05 WIB
Ilustrasi diet Mediterania SHUTTERSTOCKIlustrasi diet Mediterania


KOMPAS.com - Tak dipungkiri, pandemi Covid-19 yang harus kita hadapi sepanjang tahun ini, membuat banyak orang merasa stres.

Mulai dari perubahan jadwal aktivitas sehari-hari, penerapan protokol kesehatan setiap keluar rumah, hingga mungkin masalah finansial yang tak terduga. Tak heran jika berbagai masalah psikologis muncul di tahun ini.

Masalahnya, stres tidak hanya memiliki efek negatif pada pekerjaan dan hubungan pribadi, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, penyakit Alzheimer, hingga dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi.

Baca juga: Manakah yang Paling Sehat: Diet Keto, Mediterania, atau Vegan?

Ada banyak cara meredakan stress, tergantung tingkat stres yang dialami. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menerapkan diet mediterania.

Ya, diet yang selama ini terkenal untuk menurunkan berat badan, rupanya memiliki manfaat lain, yaitu meredakan stres.

Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Wake Forest School of Medicine, diet Mediterania adalah cara yang relatif mudah dan sehat untuk membantu mengurangi efek fisiologis stres.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Medical Xpress, temuan studi yang telah diterbitkan secara online dalam jurnal Neurobiology of Stress ini, melakukan percobaan praklinis pertama untuk mengukur efek konsumsi jangka panjang dari diet Barat versus diet Mediterania terhadap stress, di bawah kondisi eksperimental terkontrol.

Carol A. Shively, Ph.D., profesor patologi dan kedokteran komparatif di Wake Forest School of Medicine dan peneliti utama studi tersebut memahami, bahwa stress sangat sulit dikontrol dan diredakan.

"Tapi kami tahu bahwa kami dapat mengontrol pola makan kami, dan studi observasi sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi stres yang lebih rendah, dikaitkan dengan konsumsi buah dan sayuran yang tinggi,” kata Shively.

"Sayangnya, orang Amerika mengonsumsi makanan yang kaya protein hewani dan lemak jenuh, garam, dan gula. Jadi kami ingin mengetahui apakah diet itu memperburuk respons tubuh terhadap stres dibandingkan dengan diet Mediterania, di mana sebagian besar protein dan lemak berasal dari tumbuhan," jelasnya.

Baca juga: Stres Bisa Meningkatkan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes, Kok Bisa?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.