Kenapa Jutaan Cerpelai Dimusnahkan Saat Pandemi Covid-19?

Kompas.com - 16/11/2020, 09:00 WIB
Cerpelai/musang Shutterstock/Nicolai DybdalCerpelai/musang

KOMPAS.com - Mutasi virus corona telah memicu pemusnahan jutaan ekor cerpelai di Denmark.

Beberapa bagian di negara itu memberlakukan karantina wilayah setelah pihak berwenang Denmark menemukan perubahan genetik yang mereka katakan dapat berdampak pada efektivitas vaksin Covid-19 di masa depan.

Lebih dari 200 orang telah terinfeksi galur virus corona yang ditemukan pada cerpelai.

Inggris melarang semua kunjungan dari Denmark, di tengah kekhawatiran soal galur baru virus.

Baca juga: Kasus di Belanda, Virus Corona Mungkin Berasal dari Cerpelai

Para ilmuwan Denmark sangat prihatin tentang satu jenis virus yang berhubungan dengan cerpelai, yang ditemukan pada 12 orang.

Para ilmuwan mengatakan virus itu bersifat kurang sensitif terhadap antibodi tubuh. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang pengembangan vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan laporan itu mengkhawatirkan, tetapi studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami implikasi perawatan dan vaksin.

"Kita perlu menunggu dan melihat apa implikasinya, tetapi saya tidak berpikir kita harus sampai pada kesimpulan apa pun tentang apakah mutasi khusus ini akan berdampak pada kemanjuran vaksin," kata kepala ilmuwan, Soumya Swaminathan.

Virus corona, seperti semua virus pada umumnya, bermutasi dari waktu ke waktu, dan tidak ada bukti bahwa salah satu mutasi yang ditemukan di Denmark meningkatkan tingkat kebahayaan bagi manusia.

Marisa Peyre, seorang ahli epidemiolog dari lembaga penelitian Prancis Cirad, mengatakan perkembangan itu "mengkhawatirkan", tetapi kami belum mengetahui gambaran lengkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X