Kompas.com - 13/11/2020, 07:02 WIB
Ilustrasi lumba-lumba. pixabay.com/MariamichelleIlustrasi lumba-lumba.

Lumba-lumba juga berkomunikasi dengan suara bersiul atau mirip peluit. Mereka memiliki nada vokal yang unik dan khas.

Perbedaan nada vokal saat berkomunikasi adalah hal yang penting bagi lumba-lumba untuk memahami lawan bicaranya.

3. Bahasa Tubuh

Selain berkomunikasi lewat ekolokasi dan siulan, lumba-lumba juga memiliki berbagai bahasa tubuh termasuk mengibaskan ekor dan sirip seperti memukul air, melompat keluar dari air, saling bertabrakan, dan sky hopping.

Sebagai contoh, memukur air dengan ekor dan sirip adalah sinyal lumba-lumba sedang memperingatkan spesiesnya bahwa ada bahaya di dekatnya. Namun terkadang hal ini bisa jadi sinyal positif, tergantung pada kekerasan dan pengulangan pukulan ke air.

Lumba-lumba juga dapat menggunakan tepukan ekor dan siripnya untuk menunjukkan keinginan tertentu, misalnya jika mereka lapar atau hanya ingin bermain.

Sky hopping atau mengintai adalah saat lumba-lumba menjulurkan kepalanya ke atas permukaan air dalam waktu yang lama untuk mengamati sekeliling. Lumba-lumba dipercaya menggunakan teknik ini untuk mengawasi predator. 

4. Komunikasi dengan kontak fisik

Lumba-lumba juga berkomunikasi melalui kontak fisik. Benturan keras dengan kepala adalah sinyal agresif yang digunakan lumba-lumba untuk menangkis pejantan selama periode kawin. Di sisi lain, benturan lembut dan sentuhan menggunakan sirip adalah tanda kasih sayang.

Baca juga: Serba serbi Hewan: Gajah Takut Serangga Kecil seperti Lebah

5. Melompat ke luar permukaan

Kebanyakan dari kita mungkin pernah melihat atraksi lumba-lumba melompat keluar dari air.

Melompat keluar dari air diyakini ilmuwan sebagai tanda bahwa mereka ingin menunjukkan keremajaannya sambil mengawasi predator di sekitarnya.

Selain sekadar pamer, melompat keluar dari air membantu menghemat energi untuk bergerak. Melompat di udara lebih sedikit memerlukan upaya daripada berenang mendorong air.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Kita
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Oh Begitu
Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Oh Begitu
Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Kita
Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Oh Begitu
5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

Kita
Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

Oh Begitu
M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
komentar
Close Ads X