Daftar Makanan yang Harus Dimakan dan Dihindari Saat Diare

Kompas.com - 07/11/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi diare SHUTTERSTOCK/ TutatamafilmIlustrasi diare

KOMPAS.com - Saat mengalami diare, Anda bisa mengeluarkan feses encer lebih dari tiga kali dalam sehari. Ini adalah masalah umum yang bisa dialami siapa saja dan rasanya sangat tidak nyaman.

Ada banyak makanan yang sebenarnya bisa membantu menghentikan diare. Namun di sisi lain, beberapa jenis makanan justru memperburuk gejala diare.

Berikut daftar makanan yang harus dimakan dan harus dihindari saat diare seperti dilansir The Insider.

Baca juga: Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Makanan yang membantu diare

Makanan hambar yang mudah dicerna adalah makanan terbaik untuk dimakan ketika Anda mengalami diare. Ini bisa termasuk:

1. Diet BRAT

Diet BRAT adalah diet rendah serat yang menerapkan 4 menu utama, yaitu pisang (banana), nasi putih (rice), saus apel (applesauce), dan roti panggang (toast). Inilah kenapa disebut BRAT.

"Namun makanan serupa seperti oatmeal dan sup atau kaldu juga bisa dikonsumsi," kata Amir Masoud, MBBS, ahli gastroenterologi di Yale Medicine.

Jenis diet BRAT disebut bagus untuk diare karena terdiri dari makanan rendah serat yang mudah dicerna dan dapat mengurangi jumlah makanan yang tidak tercerna yang mengalir melalui saluran pencernaan.

Makanan seperti ini akan membantu tubuh menghasilkan lebih sedikit tinja.

Berikut uraian setiap makanan dalam diet BRAT dan fungsinya dalam membantu mengobati diare:

  •  Pisang (banana): Pisang kaya kalium, yang berguna untuk mengganti nutrisi tubuh yang hilang setelah diare.
  • Nasi (rice): Nasi putih biasa mudah dicerna dan dapat membantu mengikat feses Anda, membuatnya lebih padat.
  • Saus apel (applesauce): dibuat dari apel matang yang dihaluskan. Proses pembuatan saus apel memecah struktur sel apel, membuatnya mudah dicerna tetapi tetap bergizi tinggi.
  • Roti panggang (toast) adalah pilihan yang bagus untuk membantu diare karena mudah dicerna. Anda mungkin perlu menghindari roti gandum karena mengandung lebih banyak serat, sehingga lebih sulit dicerna.

Diet BRAT adalah panduan bermanfaat untuk beberapa makanan rendah serat, tetapi ada banyak makanan lain yang dapat membantu mengatasi diare.

Diet rendah serat mengandung kurang dari 13 gram serat per hari. Beberapa contoh makanan lain yang bisa Anda makan meliputi:

  • Sereal
  • Biskuit
  • Pasta biasa

2. Sup bening

Semangkuk sup ayam dengan sayuran. Shutterstock Semangkuk sup ayam dengan sayuran.

Sup kaldu bening termasuk mudah dicerna yang dapat memberi tubuh Anda gula, garam, dan nutrisi penting lainnya saat tubuh belum bisa makan makanan padat.

Sup kaldu bening juga memiliki kandungan air yang tinggi yang dapat membantu Anda tetap terhidrasi.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting. Pasalnya, diare yang berlangsung lebih dari sehari dapat menyebabkan dehidrasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Fenomena
SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

Fenomena
Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Fenomena
IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

Kita
Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Fenomena
BMKG: Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Sejak Awal Januari

BMKG: Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Sejak Awal Januari

Fenomena
7 Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem Berisiko Bencana di Wilayah Indonesia

7 Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem Berisiko Bencana di Wilayah Indonesia

Oh Begitu
Waspada, Potensi Awan Cumulonimbus Bisa Ganggu Penerbangan di Wilayah Berikut

Waspada, Potensi Awan Cumulonimbus Bisa Ganggu Penerbangan di Wilayah Berikut

Fenomena
8 Makanan Ini Bisa Bantu Kurangi Stres, dari Ikan, Yogurt, hingga Teh

8 Makanan Ini Bisa Bantu Kurangi Stres, dari Ikan, Yogurt, hingga Teh

Kita
Eksperimen Unik, Sebuah Ruangan di ISS Dibiarkan Kotor

Eksperimen Unik, Sebuah Ruangan di ISS Dibiarkan Kotor

Oh Begitu
Paus Mati di Mediterania, Bangkai Terbesar yang Pernah Ditemukan

Paus Mati di Mediterania, Bangkai Terbesar yang Pernah Ditemukan

Oh Begitu
Mitos atau Fakta, Makan Apel Tiap Hari Mengurangi Kunjungan ke Dokter

Mitos atau Fakta, Makan Apel Tiap Hari Mengurangi Kunjungan ke Dokter

Kita
Gempa Hari Ini: M 5,2 Guncang Teluk Bintuni, Terasa di Sorong Papua Barat

Gempa Hari Ini: M 5,2 Guncang Teluk Bintuni, Terasa di Sorong Papua Barat

Fenomena
Ilmuwan Jerman Berhasil Membuat Tikus Lumpuh Berjalan Lagi, Kok Bisa?

Ilmuwan Jerman Berhasil Membuat Tikus Lumpuh Berjalan Lagi, Kok Bisa?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Tangkap Suara Dentuman Bali | Bisa Ular Kobra Tidak Membunuh | Varian Covid-19 Inggris Lebih Mematikan

[POPULER SAINS] BMKG Tangkap Suara Dentuman Bali | Bisa Ular Kobra Tidak Membunuh | Varian Covid-19 Inggris Lebih Mematikan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X