Olahraga di Rumah Terbaik untuk Bakar Lemak dan Turunkan Berat Badan

Kompas.com - 06/11/2020, 13:00 WIB
Ilustrasi olahraga di rumah, lari SHUTTERSTOCK/Nattakorn_ManeeratIlustrasi olahraga di rumah, lari

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Hal ini bukan jadi halangan untuk berolahraga.

Meski dengan alat dan ruang sederhana, olahraga di rumah juga dapat membuat badan sehat, meningkatkan imunitas, dan membantu mempercepat membakar lemak.

Untuk meningkatkan pembakaran lemak dalam proses penurunan berat badan, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Michael Triangto, Sp.KO mengingatkan, hal ini relatif dan ukurannya berbeda untuk masing-masing orang.

"Jadi kalau cepat atau tidak, itu sebenarnya relatif, seberapa (lama) intensitas latihannya," ujar dokter Michael kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Selain Menurunkan Berat Badan, Ini Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari

Dia melanjutkan, ada dua jenis latihan yang bisa dilakukan di rumah selama pandemi dan membantu membakar lemak, yakni aerobik atau anaerobik. Berikut penjelasannya:

1. Aerobik

"Yang bisa membakar lemak adalah yang aerobik dibanding yang angkat beban (anaerobik)," terangnya.

Dilansir Hello Sehat, latihan aerobik menghasilkan energi menggunakan pasokan oksigen untuk mempertahankan tingkat aktivitas tanpa menggunakan sumber energi lain.

Dijelaskan Michael, gerakan aerobik yang dapat mempercepat pembakaran lemak, yakni high intensity interval training (HIIT).

"Mempercepat saya katakan. Bukan paling cepat (membakar lemak)," tegasnya.

Olahraga dengan menggunakan metode HIIT adalah latihan kardio yang mengkombinasikan antara latihan intensitas ringan dan sedang dalam waktu tertentu.

Waktunya sendiri disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Durasi bagi orang yang baru memulai berolahraga dengan atlet yang rutin berolahraga tentu berbeda.

"Ketika orang yang sudah biasa olahraga, atlet misalnya, olahraga 15 menit itu biasa. Sebaliknya, orang yang tidak pernah bergerak sama sekali, ketika diminta jalan biasa saja dengan waktu yang sama, itu berat," paparnya.

Michael berkata, waktu standart untuk berolahraga adalah 30 menit.

Ilustrasi olahraga di rumahShutterstock Ilustrasi olahraga di rumah

Dasarnya, American College of Sports Medicine (ACSM) menganjurkan manusia untuk bergerak selama 150 menit dalam tujuh hari.

"Jadi 150 menit kita bagi lima hari, ada dua hari untuk istirahat. Berarti kita memiliki 30 menit per hari untuk berolahraga," jelasnya.

"30 menit itu, dibagi tiga menit, tiga menit, tiga menit sampai 10 cycle. Setiap siklus itu misalnya terdiri dari jalan cepat, jogging, jalan cepat, jogging. Jalan cepat 2,5 menit dan setengah menitnya jogging."

Ini adalah contoh latihan aerobik HIIT kombinasi ringan-sedang selama 30 menit.

Dia pun menyampaikan, untuk kondisi pandemi seperti saat ini, olahraga yang diizinkan adalah latihan yang mengkombinasikan gerakan intensitas ringan-sedang, bukan ringan-berat.

Jalan-jalan di rumah juga bisa disebut olahraga, asal ada program dan intensitasnya. Sebab jika hanya jalan-jalan di rumah saja, itu disebut aktivitas fisik.

Misalnya panjang halaman rumah Anda 10 meter, Anda bisa bolak-balik jalan di halaman dengan durasi 30 menit dan tetap melakukan intensitas ringan-sedang durasi 2,5 menit dan setengah menit.

2. Anaerobik

Ilustrasi anaerobik, angkat beban di rumahSHUTTERSTOCK/ORION PRODUCTION Ilustrasi anaerobik, angkat beban di rumah

Latihan anaerobik adalah aktivitas yang memecah glukosa menjadi energi tanpa menggunakan oksigen.

Akibatnya, tubuh akan menghasilkan energi lebih banyak dan menggunakan sumber energi yang tersimpan di otot. Latihan ini dilakukan dengan durasi waktu yang pendek namun intensitas tinggi.

Dikatakan dokter Michael, salah satu contoh anerobik adalah angkat beban.

Angkat beban juga harus dilakukan dengan intensitas ringan-sedang di dalam rumah.

Baca juga: Sudah Diet tapi Berat Badan Tak Turun? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Michael memberi contoh, selama 2,5 menit angkat beban 1 kilogram dan setengah menitnya melakukan gerakan yang sama dengan beban 3 kilogram.

"Misalnya (angkat beban) pakai tas yang buat pesta, itu kan tasnya kecil dan ringan. Angkat beban pakai itu (tas pesta) selama 2,5 menit kemudian setengah menit berikutnya diganti dengan backpack anak yang diisi barang agar lebih berat," kata dia.

"Jadi 2,5 menit yang ringan dan setengah menit yang sedang. Aerobik dan anaerobik pun bisa dilakukan dengan intensitas ringan-sedang."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X