Kompas.com - 05/11/2020, 11:00 WIB
Foto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam jenazah Covid-19 bersiap menurunkan peti di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFoto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam jenazah Covid-19 bersiap menurunkan peti di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19.

KOMPAS.com - Para ilmuwan terus mempelajari Covid-19, termasuk kerusakan paru-paru pada orang yang meninggal karena infeksi virus corona SARS-CoV-2 ini.

Studi terbaru menemukan bahwa kerusakan paru-paru yang terus menerus dan ekstensif dalam banyak kasus Covid-19 dapat membantu dokter memahami Long Covid.

Untuk diketahui, Long Covid adalah kondisi di mana pasien menderita gejala yang berkelanjutan selama berbulan-bulan.

Para ilmuwan yang memimpin penelitian juga menemukan beberapa karakteristik unik SARS-CoV-2 yang mungkin dapat menjelaskan kenapa bisa muncul Long Covid.

Baca juga: Mengenal Long Covid dari Gejala, Deteksi hingga Dinyatakan Sembuh

"Penemuan ini menunjukkan bahwa Covid-19 bukan hanya penyakit yang disebabkan oleh kematian sel yang terinfeksi virus, tetapi kemungkinan merupakan konsekuensi dari sel-sel abnormal yang bertahan lama di dalam paru-paru," kata Mauro Giacca, seorang profesor di King's College London yang ikut memimpin riset.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir Reuters, Rabu (4/11/2020), tim peneliti menganalisis sampel jaringan paru-paru, jantung, hati, dan ginjal dari 41 pasien yang meninggal karena Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Trieste Italia antara Februari hingga April 2020.

Dalam wawancara dengan Reuters, Giacca mengatakan bahwa sementara tim risetnya tidak menemukan tanda-tanda infeksi virus atau peradangan berkepanjangan pada organ lain, mereka menemukan kerusakan yang sangat besar pada paru-paru.

Dia menyebut, hampir seluruh jaringan di paru-paru rusak dan penuh bekas luka.

Kerusakan parah

Giacca mengatakan, salah satu penyebab Long Covid adalah kerusakan parah pada jaringan paru-paru.

"Bahkan jika seseorang sembuh dari Covid-19, kerusakan yang ditimbulkan bisa sangat besar," katanya.

Baca juga: Long Covid, Dampak Jangka Panjang Infeksi Corona dan Gejalanya

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.