Sudah Diet tapi Berat Badan Tak Turun? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Kompas.com - 03/11/2020, 09:03 WIB
Ilustrasi diet SHUTTERSTOCK/YURIY MAKSYMIVIlustrasi diet

KOMPAS.com - Untuk menurunkan berat badan, biasanya orang akan melakukan berbagai cara, mulai dari mencoba bermacam diet hingga olahraga berlebihan.

Masalahnya tak semua diet tepat untuk menurunkan berat badan. Menerapkan cara yang salah, dapat mencegah penurunan berat badan dan justru menambah berat badan.

Berat badan bisa diturunkan dengan membakar lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan oleh tubuh atau membatasi asupan kalori, disertai berolahraga secara teratur.

Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat, DEBM hingga Keto, Amankah untuk Turunkan Berat Badan?

Namun, jika setelah Anda melakukan hal tersebut, berat badan tak kunjung turun, bisa jadi enam hal berikut penyebabnya:

1. Mengandalkan olahraga tanpa mengurangi asupan kalori

Sangat penting untuk melakukan defisit kalori untuk menurunkan berat badan. Ini agar tubuh membakar lebih banyak kalori daripada asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Olahraga merupakan cara efektif untuk membakar kalori. Tapi, untuk mengalami penurunan berat badan yang signifikan, seseorang perlu menggabungkan olahraga dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Melansir Medical News Today, penelitian menunjukkan, tanpa perubahan yang cukup pada pola makan, olahraga saja tidak mungkin menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan bagi kebanyakan orang.

Mungkin ada orang yang berhasil menurunkan berat badan dengan melakukan latihan intensitas tinggi, tapi sangat sulit menurunkan berat badan dalam jumlah banyak.

Apalagi, penelitian juga menunjukkan bahwa orang cenderung makan lebih banyak saat berolahraga secara teratur. Hal ini tentu dapat mempersulit Anda untuk mempertahankan defisit kalori dan menurunkan berat badan.

Cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan menggabungkan olahraga dengan diet kalori terbatas.

2. Salah memilih olahraga

Olahraga teratur penting untuk menurunkan berat badan.

Sebuah studi di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menyarankan, setidaknya 225 hingga 420 menit aktivitas fisik per minggu untuk menurunkan berat badan secara efektif.

Melakukan berbagai jenis olahraga juga dapat memengaruhi penurunan berat badan.

Dua jenis olahraga utama adalah aerobik dan anaerobik. Latihan aerobik, atau ketahanan, melibatkan penggunaan kelompok otot besar secara terus- menerus dan berulang, seperti lengan dan kaki, seperti jogging dan bersepeda.

Latihan anaerobik melibatkan aktivitas yang singkat dan intens, misalnya latihan beban berat atau lari cepat.

Sementara latihan aerobik mengandalkan suplai oksigen untuk energi secara terus-menerus, latihan anaerobik menerima semua energi dari glukosa yang disimpan di otot.

Kedua olahraga tersebut memiliki beberapa keuntungan untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi ada perdebatan mengenai mana yang paling berguna untuk menurunkan berat badan.

Menurut American College of Sports Medicine, latihan aerobik memiliki efek langsung pada penurunan berat badan, tetapi olahraga anaerobik tidak.

Ini karena latihan anaerobik dapat membangun otot dan membakar lemak, tetapi karena otot lebih berat daripada lemak, maka tidak akan ada penurunan berat badan.

Namun, olahraga anaerobik dapat mengubah lemak tubuh menjadi otot tanpa lemak. Karena otot lebih berat daripada lemak, ini mungkin menjelaskan kurangnya penurunan berat badan dari latihan anaerobik.

Latihan anaerobik, seperti latihan beban, juga dapat meningkatkan laju metabolisme basal tubuh. Artinya, efeknya lebih tahan lama.

Kombinasi latihan aerobik dan anaerobik kemungkinan merupakan metode latihan terbaik untuk menurunkan berat badan.

Baca juga: 7 Trik Turunkan Berat Badan Tanpa Diet

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] WHO Bisa Cabut Pandemi Lebih Cepat | Beda Maag dan Gerd

[POPULER SAINS] WHO Bisa Cabut Pandemi Lebih Cepat | Beda Maag dan Gerd

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Alasan Paus dan Lumba-Lumba Kebal Kanker

Peneliti Ungkap Alasan Paus dan Lumba-Lumba Kebal Kanker

Oh Begitu
Ketombe atau Kulit Kering, Ini Cara Membedakannya

Ketombe atau Kulit Kering, Ini Cara Membedakannya

Oh Begitu
Jenis Kelamin Anak Ditentukan Gen Ayah, Ini Penjelasan Ahli

Jenis Kelamin Anak Ditentukan Gen Ayah, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Apa Bedanya Penyakit Gerd dan Maag, dari Gejala hingga Faktor Pemicunya

Apa Bedanya Penyakit Gerd dan Maag, dari Gejala hingga Faktor Pemicunya

Oh Begitu
Kotoran Telinga Tersumbat, Kenali Gejala, Penyebab hingga Penanganannya

Kotoran Telinga Tersumbat, Kenali Gejala, Penyebab hingga Penanganannya

Kita
Situs Prasejarah Maros Pangkep, Ada Gambar Cadas Theriantropik Tertua di Dunia

Situs Prasejarah Maros Pangkep, Ada Gambar Cadas Theriantropik Tertua di Dunia

Fenomena
Mutasi Genetik Ini Penyebab Ada Orang yang Tahan Suhu Dingin

Mutasi Genetik Ini Penyebab Ada Orang yang Tahan Suhu Dingin

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Kita
Fakta Gempa Bumi Halmahera Selatan, Dipicu Aktivitas Sesar dan Merusak

Fakta Gempa Bumi Halmahera Selatan, Dipicu Aktivitas Sesar dan Merusak

Fenomena
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Oh Begitu
Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Oh Begitu
WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Fenomena
komentar
Close Ads X