Kompas.com - 03/11/2020, 08:03 WIB
Ilustrasi vaksin influenza. Orang dewasa perlu mendapat imunisasi influenza, sebelum vaksin Covid-19 dipastikan dapat digunakan untuk melawan pandemi virus corona SARS-CoV-2. SHUTTERSTOCK/TashatuvangoIlustrasi vaksin influenza. Orang dewasa perlu mendapat imunisasi influenza, sebelum vaksin Covid-19 dipastikan dapat digunakan untuk melawan pandemi virus corona SARS-CoV-2.

KOMPAS.com - Pejabat kesehatan AS mendesak orang Amerika untuk mendapatkan vaksin flu tahun ini.

Hal ini untuk menghindari terjadinya twindemic saat musim dingin, yakni situasi ketika influenza dan Covid-19 menyebar dan menginfeksi orang.

Selain alasan tersebut, mungkin ada alasan utama kenapa orang harus mendapat vaksin flu.

Sebuah studi terbaru yang dirilis sebagai pracetak dan belum ditinjau rekan sejawat menunjukkan bahwa vaksin flu tak hanya melawan virus influenza, tetapi juga dapat memicu tubuh untuk menghasilkan molekul melawan infeksi virus corona.

Baca juga: Jangan Abaikan Vaksin Flu, Terserang Flu Saat Hamil Bisa Bahayakan Janin

Makalah ini sejalan dengan beberapa penelitian terbaru lainnya yang diterbitkan dalam jurnal peer-review.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian ini masih pendahuluan dan perlu didukung oleh eksperimen yang lebih ketat.

Dalam studi baru, Mihai Netea, ahli imunologi penyakit menular di Radboud University Medical Center di Belanda, dan rekan-rekannya menyisir database rumah sakit tempat mereka bekerja.

Tim peneliti melihat apakah petugas medis yang mendapat vaksinasi flu selama 2019-2020 berpotensi besar atau kecil untuk terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

Dilansir Scientific American, Selasa (27/10/2020), para peneliti menemukan bahwa petugas medis yang menerima vaksin flu, 39 persen lebih kecil kemungkinannya positif virus corona pada 1 Juni 2020.

Sementara itu, 2,23 persen petugas medis yang tidak divaksin pernah positif Covid-19, dan hanya 1,33 persen yang divaksin flu, tetapi tetap positif Covid-19.

Netea dan timnya mengunggah temuan mereka di server pracetak MedRxiv pada 16 Oktober 2020.

Namun, temuan ini tidak membuktikan bahwa vaksin flu mencegah Covid-19.

"Ini adalah studi yang menarik, tetapi tidak memberikan bukti pasti,” kata Ellen Foxman, ahli imunobiologi dan ahli patologi klinis di Yale School of Medicine.

Vaksin flu dapat melindungi diri dari infeksi Covid-19 mungkin dipengaruhi faktor eksternal.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.