Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Kompas.com - 28/10/2020, 19:40 WIB
Gelombang tinggi menghantam pinggiran pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak  26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww. AHMAD SUBAIDIGelombang tinggi menghantam pinggiran pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak 26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.


KOMPAS.com- Awal musim hujan di akhir bulan Oktober kali ini bertepatan juga dengan libur panjang cuti bersama.

Bagi Anda yang akan merencanakan liburan, bepergian atau beraktivitas di pesisir dan perairan sejumlah wilayah perairan Indonesia harus mewaspadai adanya gelombang tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi tersebut yang berlaku sejak hari ini, Rabu (28/10/2020) hingga Jumat (30/10/2020) nanti.

Dikeluarkannya peringatan dini gelombang tinggi yang bisa mencapai 6 meter tersebut berdasarkan hasil pantauan terhadap pola angin.

Baca juga: Awal Musim Hujan Indonesia, Gelombang Tinggi Berpotensi Capai 4 Meter

 

Terdapat pola tekanan rendah 1009 hPa di perairan barat Kepulauan Mentawai. Begitu juga pola angin di wilayah Indonesia pada umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Sehingga, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan utara Sabang, Perairan selatan Banten, Laut Halmahera, dan Perairan Biak.

Kondisi ini mengakibatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut meningkat. Berikut daftar wilayah yang berpeluang terjadi gelombang tinggi hingga mencapai 6 meter.

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi 3 Hari ke Depan dari Selat Malaka hingga Papua

 

Gelombang tinggi 1,25-2,50 meter (kategori sedang)

  • Selat Malaka bagian utara
  • Perairan timur Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai
  • Laut Natuna utara
  • Perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna
  • Laut Natuna
  • Laut Jawa bagian tengah dan timur
  • Perairan utara Jawa Timur
  • Selat Makassar bagian selatan
  • Perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar
  • Selat Ombai
  • Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
  • Laut Maluku bagian utara
  • Perairan utara Halmahera
  • Laut Halmahera
  • Perairan Raja Ampat bagian utara
  • Perairan Manokwari
  • Perairan Biak
  • Teluk Cendrawasih
  • Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Biak

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

Oh Begitu
Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Kita
Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Oh Begitu
Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Kita
Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Oh Begitu
Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Fenomena
Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Oh Begitu
Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Oh Begitu
Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X