Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Kompas.com - 28/10/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi kelelawar ShutterstockIlustrasi kelelawar

KOMPAS.com - Kelelawar telah lama memiliki reputasi buruk. Mahluk yang hidup dalam koloni ini dikenal sebagai reservoir berbagai macam virus, termasuk salah satunya adalah virus corona.

Namun terlepas itu semua, kelelawar sebenarnya memiliki peran penting bagi lingkungan. Mereka merupakan penyerbuk dan pengendali hama yang penting bagi ekosistem.

Dan kini peneliti berhasil mengungkap perilaku lain dari mahluk nokturnal yang tak banyak diketahui oleh banyak orang.

Baca juga: Ilmuwan: Kelelawar Tak Seharusnya Disalahkan karena Covid-19, Ini Alasannya

Seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (28/10/2020) penelitian baru ini menyebut ketika kelelawar merasa sakit, mereka secara alami menunjukkan bentuk perilaku yang kurang sosial atau cenderung mengambil jarak.

Peneliti mengambil kesimpulan tersebut usai melakukan studi pada sekelompok kelelawar vampir (Desmodus rotundus) liar dari koloni di Lamanai, Belize, Amerika Tengah.

Dalam studinya, peliti menyuntik kelelawar dengan zat yang memicu sistem kekebalan. Enam belas kelelawar betina dipilih secara acak disuntik dengan zat untuk mengaktifkan sistem kekebalan yang membuat mereka merasa mual selama beberapa jam, tetapi tidak menyebabkan penyakit yang nyata.

Sementara 15 kelelawar lainnya diberi suntikan air asin sebagai plasebo.

Peneliti juga memasang sensor kecil yang ditempelkan di punggung untuk melacak pertemuan sosial mereka secara berkala selama beberapa hari.

"Kami fokus pada tiga ukuran perilaku kelalawar sakit: berapa banyak kelelawar lain yang mereka temui, berapa banyak total waktu yang mereka habiskan dengan kelelawar lain, dan seberapa baik mereka terhubung dengan kawanan," ungkap Gerald Carter, ahli ekologi perilaku dari The Ohio State University.

Baca juga: Kelelawar Membawa Banyak Virus Corona, Mengapa Tidak Ikut Sakit?

Ilustrasi kelelawar buah. Dok. Shutterstock Ilustrasi kelelawar buah.

Dan hasilnya, penelitian yang telah dipublikasikan di Behavioral Ecology ini menemukan, jika kelelawar yang sakit jelas mengubah perilakunya menjadi lebih menjaga jarak dengan kelelawar lain yang sehat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X