Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Kompas.com - 28/10/2020, 13:05 WIB
Ilustrasi hati, penyakit hepatitis Ilustrasi hati, penyakit hepatitis

KOMPAS.com - Ahli mengingatkan pasien dengan hepatitis, untuk mewaspadai risiko tinggi kanker hati.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi Dr dr Irsan Hasan SpPD-KGEH FINASIM mengatakan, pasien dengan riwayat infeksi hepatitis perlu melakukan pemeriksaan secara rutin, karena memiliki risiko tinggi kanker hati.

Dalam Instagram Live oleh Cancer Information Support Center (CISC), Irsan menekankan pemeriksaan rutin harus dilakukan pasien hepatitis untuk mendeteksi risiko kanker hati.

"Pasien dengan riwayat hepatitis B dan C memiliki risiko kanker hati lebih tinggi," kata Irsan dalam diskusi bertajuk Semangatku, Semangatmu Mengalahkan Kanker Hati, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Hepatitis Picu 1 Juta Kematian Tiap Tahun, Ini yang Terjadi di Hati

Dari 100 pasien kanker hati, 60 di antaranya mengalami penyakit itu karena efek dari infeksi virus hepatitis, dan 40 lainnya karena fatty liver, serta penyebab lainnya.

Sementara itu, dari 60 pasien kanker hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis, mayoritas atau sekitar 60-79 persen adalah hepatitis B dan sisanya sekitar 30-40 persen hepatitis C.

Oleh karena itu, kata dia, sangat penting bagi pasien hepatitis, khususnya hepatitis B dan C untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali, untuk dapat memantau perkembangan penyakit hepatitisnya dan mendeteksi risiko kanker hati sejak dini.

"Penanganan kanker hati yang dilakukan dengan optimal sejak stadium dini dapat meningkatkan harapan hidup secara bermakna," jelasnya.

Selain itu, berbagai pilihan terapi, termasuk terapi target dan imunoterapi telah berkembang di dunia dan beberapa di antaranya telah tersedia di Indonesia untuk dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker hati.

Senada dengan Irsan, ketua CISC Aryanthi Baramuli Putri menyebutkan bahwa memang benar kunci utama keberhasilan penanganan kanker hati adalah ditemukannya kanker lebih awal.

"Kami melihat peringatan Bulan Peduli Kanker Hati ini merupakan momentum yang tepat, untuk melakukan edukasi masyarakat mengenai gejala, faktor risiko, serta deteksi dini kanker hati sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penanganan kanker hati yang lebih baik," kata Aryanthi.

Baca juga: Bagaimana Sirosis Bisa Menjadi Kanker Hati?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X