Rahasia Alam Semesta: Apa Itu Nebula, Fenomena di Tengah Gelapnya Ruang Angkasa?

Kompas.com - 23/10/2020, 20:02 WIB
Pencitraan teleskop Nasa Hubble, wujud spektrum cahaya dari NGC 6302 atau yang dikenal sebagai Nebula Kupu-kupu. Nebula dari bintang yang mengakhiri hidupnya yang dikenal sebagai peristiwa supernova atau ledakan bintang. NASA, ESA and J. Kastner (RIT)Pencitraan teleskop Nasa Hubble, wujud spektrum cahaya dari NGC 6302 atau yang dikenal sebagai Nebula Kupu-kupu. Nebula dari bintang yang mengakhiri hidupnya yang dikenal sebagai peristiwa supernova atau ledakan bintang.


KOMPAS.com- Nebula, satu fenomena yang memancar indah di tengah gelapnya ruang angkasa. Fenomena ini sudah cukup sering tertangkap oleh para astronom lewat lensa-lensa teleskop mereka.

Lantas, apa itu nebula dan bagaimana terbentuknya?

Nebula dalam kata latin "awan", sebenarnya bukan hanya awan debu yang besar. Nebula berasal dari gas hidrogen, helium dan plasma yang kerap dikenal "pembibitan bintang" yang berarti tempat lahirnya bintang. 

Tetapi dari penjelasan tersebut memang belum menggambarkan seperti apakah nebula?

Memang bisa dikatakan nebula menipu manusia tanpa ada penemuan akhir, padahal peran mereka dalam pembentukan bintang, planet dan keanekaragamannya ada.

Baca juga: Fenomena Cantik Nebula Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang, asalkan...

 

Dikutip dari Universe Today, Jumat (23/10/2020), pada saat ini astronom telah menyadari bahwa luar angkasa bukanlah ruangan yang sangat hampa. Ada partikel gas dan debu yang dikenal dengan Interstellar Medium (ISM).

Gas antar bintang terdiri dari atom dan molekul netral, serta partikel yang bermuatan (plasma), seperti ion dan elektron. Gas ini tersebar, jumlahnya akan bertambah dalam jarak yang jauh, pada akhirnya mereka akan menyatu dan membentuk bintang dan sistem planet.

Pada intinya, nebula terbentuk saat ada bagian medium antar bintang mengalami keruntuhan gravitasi. Tarikan gravitasi yang timbal balik menyebabkan materi mengumpul dan membentuk kepadatan daerah yang besar.

Baca juga: Tertangkap Lensa Lapan, Apa Itu Fenomena Nebula Seperti Awan Warna-warni?

 

Hal inilah yang membuat bintang terbentuk meskipun materialnya runtuh, ada radiasi pengion ultraviolet yang menyebabkan gas di sekitar terlihat pada panjang gelompang optik.

Nebula lebih padat jika dibanding dengan ruang hampa yang ada di Bumi, ukuran nebula sangat besar hingga diameternya berukuran ratusan tahun cahya. Faktanya awan nebula ukurannya mirip dengan bumi.

Objek bintang yang dapat disebut sebagai Nebula berasal dari empat kelas utama, di antaranya sebagai berikut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X