Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polusi Udara Sebabkan 500.000 Bayi Meninggal, Begini Penjelasan Sains

Kompas.com - 23/10/2020, 07:00 WIB
Ellyvon Pranita,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

Direktur pendiri Aga Khan University Institute for Global Health, Dr Zulfiqar Bhutta menyampaikan bahwa pada tahun lalu, hampir setengah juta bayi baru lahir di seluruh dunia meninggal pada bulan pertama kehidupan karena ibu mereka yang terpapar polusi udara.

"Laporan SoGA ini mengingatkan kita bahwa polusi udara bukan hanya masalah lingkungan, ini adalah masalah kesehatan masyarakatyang utama, dan tidak dapat lagi kita abaikan," jelas peneliti yang juga sebagai Pengembang & Wakil Direktur di SickKids Center for Global Child Health.

Ia juga sependapat dengan peneliti lainnya bahwa paparan polusi udara selama kehamilan dapat mengakibatkan bayi lahir terlalu dini atau lahir terlalu kecil dengan berat badan lahir rendah.

"Yang keduanya menempatkan bayi tersebut pada risiko besar," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Dr Kalpana Balakrishman dari Sri Ramachandra Institute of Higher Education and Research (SRIHER) India bahwa mengatasi dampak polusi udara pada hasil kehamilan yang merugikan dan kesehatan bayi baru lahir ini sangat penting.

Terutama bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, karena banyak hal yang bisa ditanggulangi lainnya.

"Tidak hanya karena tingginya prevalensi berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan defisit pertumbuhan anak, tetapi karena hal itu memungkinkan desain intervensi strategis yang dapat diarahkan pada kelompok rentan ini,"  jelas peneliti yang tidak terlibat dalam pelaporan ini.

Bahan bakar rumah tangga sumbang kematian bayi

Dalam laporan terbaru SoGA itu juga terungkap bahwa hampir dua pertiga dari kematian ratusan ribu bayi tersebut terkait dengan penggunaan bahan bakar padat seperti arang, kayu, dan kotoran hewan untuk memasak.

Menurut laporan ini, meski terjadi penurunan sebesar 11 persen selama dekade terakhir, 49 persen populasi dunia yaitu sekitar 3,8 miliar orang dipastikan masih terpapar polusi udara rumah tangga akibat memasak pada tahun 2019.

Baca juga: Polusi Udara Terbukti Sebabkan Gangguan Otak pada Anak dan Dewasa Muda

Di Pakistan, polusi udara menyumbang sekitar 20 persen kematian di antara bayi baru lahir, paparan dari pembakaran bahan bakar kotor dari rumah tangga merupakan faktor utama.

Untuk anak di bawah 5 tahun, ini berpotensi menyebabkan lebih dari 40 persen infeksi saluran pernapasan bawah.

Dokter anak, penyedia layanan kesehatan, dan pembuat kebijakan perlu menyadari ancaman polusi udara terhadap kesehatan ibu dan anak.

"Tindakan mendesak dan berkelanjutan untuk membersihkan udara dan untuk menyediakan akses ke energi bersih untuk semua kebutuhan ditempatkan di depan dan di tengah dalam prioritas dan kebijakan kesehatan masyarakat kita," tegasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com