4 Fakta Gempa Alaska, Pernah Terjadi hingga Picu Peringatan Tsunami

Kompas.com - 20/10/2020, 16:36 WIB
Gletser Barry di Prince William Sound, Alaska. Ilmuwan memperingatkan potensi tsunami dahsyat atau megatsunami di Alaska sebagai akibat pencairan gletser dan tanah longsor. SHUTTERSTOCK/Dara JGletser Barry di Prince William Sound, Alaska. Ilmuwan memperingatkan potensi tsunami dahsyat atau megatsunami di Alaska sebagai akibat pencairan gletser dan tanah longsor.


KOMPAS.com- Wilayah Sand Point, Alaska diguncang gempa bumi bermagnitudo M 7,5 pada dini hari tadi pukul 03.54 WIB, Selasa (20/10/2020).

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa ini terletak pada koordinat 54,64 LU dan 159,87 BB.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 91 km arah tenggara Kota Sand Point, Alaska pada kedalaman hiposenter 40 kilometer.

Dari laporan yang diterima BMKG, hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan atau korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa bumi ini. Namun, berikut beberapa fakta gempa bumi di Alaska.

Baca juga: Alaska Diguncang Gempa M 7,5 Tsunami Rendah sampai di Utara Papua

 

1. Akibat aktivitas zona subduksi Aleutian

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust Aleutian, Alaska.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault). 

Daryono menjelaskan subduksi Aleutian terkenal aktif secara seismik dengan laju pergerakan Lempeng Pasifik ke arah barat 75 mm per tahun.

Baca juga: Es Alaska Mencair, Ilmuwan Peringatkan Potensi Megatsunami

 

"Sistem subduksi lempeng ini merupakan generator gempa kuat di Alaska yang sudah beberapa kali sudah memicu gempa dan tsunami destruktif," kata Daryono kepada Kompas.com, Selasa (20/10/2020).

2. Pernah terjadi gempa besar sebelumnya

Daryono juga menyebutkan bahwa gempa besar di zona subduksi Aleutian yang memicu tsunami di Alaska seperti yang terjadi pagi ini, sudah pernah terjadi sebelum-sebelumnya.

Di antaranya adalah pada tahun 1938 (M 8,3), tahun 1946 (M 8,1), tahun 1956 (M 8,6), tahun 1965 (8,7), tahun 1964 (9,2) dan tahun 1986 (M 8,0).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X