Kompas.com - 20/10/2020, 10:02 WIB
Gambar kucing itu panjangnya sekitar 37meter. Geoglyph yang dibuat 2000 tahun lalu di situs Warisan Dunia Unesco di gurun Nazca, Peru. BBCGambar kucing itu panjangnya sekitar 37meter. Geoglyph yang dibuat 2000 tahun lalu di situs Warisan Dunia Unesco di gurun Nazca, Peru.


KOMPAS.com - Gambar seekor kucing sedang bersantai dilukis di Gurun Nazca, salah satu situs Warisan Dunia UNESCO di Peru.

Dikutip dari BBC, Senin (19/10/2020), garis-garis Nazca kaya akan desain yang tercetak di tanah yang dikenal dengan nama geoglyph yang dibuat sekitar 2.000 tahun lalu.

Sebagaimana gambar-gambar binatang lain di Nazca, tim ilmuwan meyakini gambar kucing itu dibuat dengan mengukir tanah di gurun hingga menunjukkan bagian tanah yang berwarna.

Sebelumnya, gambar kucing yang terlukis di gurun tersebut sempat tidak diperhatikan, sampai ada rencana untuk membangun jalur baru yang mengarah pada platform observasi.

Baca juga: Mumi Kucing Dipindai, Studi Ungkap Kehidupan Hewan di Masa Mesir Kuno

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di mana platform tersebut akan menjadi tempat untuk melihat geoglyph lainnya yang dapat dinikmati oleh pengunjung.

"Gambar (kucing) itu hampir tidak terlihat dan akan segera menghilang karena terletak di lereng yang cukup curam, yang rentan terhadap efek erosi alami," kata Kementerian Kebudayaan Peru dalam suatu pernyataan.

Mereka juga mengatakan, geoglyph yang memiliki panjang sekitar 37 meter itu telah dibersihkan dan dilestarikan selama seminggu terakhir.

Kepala arkeolog Peru untuk garis-garis Nazca, Johny Isla, mengatakan bahwa kucing itu mendahului budaya Nazca.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Alasan Kucing Sangat Berisik Saat Kawin

 

Di mana sebagian besar geoglyph diciptakan pada 200 Masehi hingga 700 Masehi.

Menurut dia, gambar kucing tersebut sebenarnya berasal dari zaman Paracas akhir, yaitu dari 500 SM hingga 200 Masehi.

"Kami tahu itu setelah membandingkan ikonografi," kata Isla.

Salah satunya, gambar tersebut dibandingkan dengan tekstil Paracas.

"Tekstil Parcas, misalnya, menampilkan burung, kucing. dan sosok manusia yang dengan mudah dapat dibandingkan dengan geoglyph ini," jelas Isla.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Oh Begitu
Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Oh Begitu
Misteri Hilangnya Peradaban Kuno di China 4.000 Tahun Lalu Terungkap, Seperti Apa?

Misteri Hilangnya Peradaban Kuno di China 4.000 Tahun Lalu Terungkap, Seperti Apa?

Oh Begitu
Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.