Polusi Udara Terbukti Sebabkan Gangguan Otak pada Anak dan Dewasa Muda

Kompas.com - 19/10/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi otak ShutterstockIlustrasi otak

KOMPAS.com - Polusi udara merupakan kondisi di mana adanya bahan kimia, fisik ataupun biologi lainnya di atmosfer dalam jumlah yang sudah tidak bisa ditoleransi. 

Banyak orang menganggapnya sebagai hal yang tak berbahaya, tapi nyatanya polusi udara berdampak buruk pada otak.

Dilansir dari Science Daily, (6/10/2020) para peneliti telah mengamati batang otak anak-anak dan orang dewasa muda yang terpapar polusi udara seumur hidupnya di kota Mexico.

Penelitian tersebut telah menemukan bukti bahaya yang mengganggu otak jika terpapar udara yang kotor.

Baca juga: Polusi Udara Memengaruhi Bumi, Ini Contoh Kejadian dan Ancamannya

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan paparan polusi udara partikulat halus dengan penyakit Alzheimer, dan peneliti juga melaporkan bukti nanopartikel yang berasal dari polusi udara di korteks frontal otak.

Setelah meneliti batang otak dari 186 penduduk muda Mexico City yang berusia antara 11 bulan hingga 27 tahun, Profesor Barbara Maher dari Universitas Lancaster menemukan bukan hanya tanda penyakit Alzheimer. Tetapi juga tampak penyakit parkinson dan penyakit neuron motorik (MND).

Adanya penyakit tersebut digabungkan dengan kehadiran nanopartikel kecil dan sesuatu yang khas di dalam batang otak, hasilnya menunjukkan bahwa kemungkinan besar berasal dari polusi kendaraan.

Hal ini membuat para peneliti menyimpulkan, polusi udara yang terhirup atau tertelan oleh manusia menempatkan orang tersebut pada risiko potensi kerusakan saraf.

Batang otak adalah bagian posterior otak yang mengatur sistem saraf pusat, mengontrol detak jantung dan pernapasan, dan cara kita memandang posisi dan gerakan tubuh.

Tidak hanya batang otak menunjukkan 'tanda neuropatologis' dari Alzheimer, Parkinson, dan MND, tetapi juga adanya nanopartikel kaya besi, aluminium, dan titanium di batang otak. Bahkan adanya potensi kerusakan substantia nigra - bagian tengah otak.

"Nanopartikel kaya besi dan aluminium yang ditemukan di batang otak sangat mirip dengan partikel yang berasal dari pembakaran dan gesekan dalam polusi udara (dari mesin dan sistem pengereman)," tutur Profesor Maher.

Baca juga: Studi Otak Ini Bantu Ilmuwan Temukan Terapi Tepat Atasi Kelelahan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X