8 Cara Membuat Kopi Jadi Lebih Sehat Dikonsumsi

Kompas.com - 18/10/2020, 19:02 WIB
Ilustrasi minum kopi di pagi hari. Ilmuwan sarankan konsumsi kopi setelah sarapan agar gula darah dan metabolisme tubuh tidak terganggu. SHUTTERSTOCK/gpointstudioIlustrasi minum kopi di pagi hari. Ilmuwan sarankan konsumsi kopi setelah sarapan agar gula darah dan metabolisme tubuh tidak terganggu.


KOMPAS.com - Saat ini kopi merupakan minuman paling populer di dunia. Bahkan, ahli kesehatan percaya bahwa kopi juga menyehatkan.

Sumber zat antioksiden yang baik bagi tubuh, ternyata tidak hanya dari buah dan sayur. Menurut sebuah studi, kopi bagi sebagian orang adalah satu-satunya sumber antioksidan yang terbesar.

Untuk mendapatkan manfaat dari kopi, seperti dilansir dari Healthline, Minggu (18/10/2020), berikut adalah beberapa cara untuk mengubah kopi menjadi lebih sehat bagi tubuh.

1. Batasi jam konsumsi kafein

Kopi adalah salah satu sumber kafein alami terkaya, inilah alasan yang membuat kopi sangat populer, karena berperan sebagai stimulan alami. Sebab, kafein yang akan memberi energi dan membantu tubuh tetap terjaga ketika merasa lelah.

Baca juga: Jangan Minum Kopi Sebelum Sarapan, Studi Jelaskan Alasannya

 

Namun jika minum kopi di sore hari, hal itu bisa mengganggu tidur Anda. Tidur yang buruk dikaitkan dengan semua jenis masalah kesehatan.

Maka tidak disarankan tidak minum kopi setelah pukul 2–3 sore, lebih baik memilih secangkir teh, yang mengandung kafein jauh lebih sedikit daripada kopi. Karena, tidak semua orang sama sensitifnya terhadap kafein.

2. Gunakan kertas filter 

Kopi yang diseduh mengandung cafestol dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Namun, mengurangi levelnya cukup sederhana hanya dengan filter kertas.

Ilustrasi kopi diseduh dengan teknik V60. SHUTTERSTOCK/PAULZHUK Ilustrasi kopi diseduh dengan teknik V60.

Baca juga: Setelah Minum Kopi, Mengapa Tubuh Justru Terasa Lelah?

Menyeduh kopi dengan filter kertas secara efektif menurunkan jumlah cafestol, tetapi membiarkan kafein dan antioksidan bermanfaat melewatinya.

Kendati demikian, cafestol tidak semuanya buruk, studi terbaru pada tikus menunjukkan itu memiliki efek anti-diabetes.

3. Pilih kopi organik

Kualitas kopi sangat bervariasi tergantung pada metode pengolahan dan bagaimana biji kopi ditanam.

Biji kopi biasanya disemprot dengan pestisida sintetis dan bahan kimia lainnya. Kendati demikian, efek kesehatan dari bahan makanan yang dipestisida masih kontroversi.

Sampai saat ini ada bukti terbatas bahwa mereka menyebabkan kerusakan ketika ditemukan pada tingkat produk yang rendah. Jadi jika Anda khawatir pada penggunaan pestisida, bisa memilih biji kopi organik untuk dikonsumsi.

Halaman:


Sumber Healthline
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X