Dampak Pemanasan Global, Suhu Laut Terdalam Mulai Menghangat

Kompas.com - 18/10/2020, 09:05 WIB
Ilustrasi laut, samudra, lautan Ilustrasi laut, samudra, lautan

KOMPAS.com - Dampak pemanasan global makin terlihat di berbagai penjuru. Salah satu yang tak luput adalah laut.

Permukaan perairan yang sangat luas ini telah menyerap sebagian besar pemanasan yang disebabkan manusia, membuat suhu laut mulai menghangat.

Celakanya, saat air laut bersirkulasi, tak hanya dipermukaan saja, beberapa bagian laut dalam pun mulai terkena imbasnya dan ikut menghangat.

Baca juga: Ilmuwan Peringatkan Pemanasan Global Sebabkan Es Antartika Mencair Permanen

Seperti dikutip dari Science Alert, Sabtu (17/10/2020) hasil tersebut berdasarkan analisis dari ilmuwan di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang menyebut adanya tren pemanasan di beberapa bagian terdalam dari samudra Atlantik selatan.

Dalam studi yang telah dipublikasikan di Geophysical Research Letters ini, ilmuwan melakukan analisis rekaman suhu di Cekungan Argentina selama 10 tahun, di mulai dari 2009 hingga 2019.

Mereka menemukan keempat lokasi di wilayah tersebut menghangat antara 0,02 hingga 0,04 derajat Celcius, yang tergantung pada tingkat ke dalamannya.

Salah satu alat perekam suhu yang terletak pada kedalaman 4.757 meter di bawah gelombang mengalami jumlah variabilitas suhu yang mengejutkan selama setahun.

Sementara pada kedalaman yang lebih dangkal, yaitu 1.360 dan 3.535 meter, suhu berfluktuasi jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan.

Namun, tetap lebih kecil jika dibandingkan apa yang terjadi pada tingkat yang lebih dalam.

"Dulu semua orang berasumsi bahwa laut dalam diam. Tidak ada gerakan dan perubahan. Tapi setiap kali kita melihat, kita menemukan bahwa laut lebih kompleks dari yang kita duga," ungkap Chrus Meinen, ahli kelautan di NOAA.

Ilmuwan juga menyebut, Samudra Selatan mengalami perubahan yang lebih cepat daripada Samudra Utara.

Baca juga: Ilmuwan Buktikan Pemanasan Global Membuat Virus Sulit Dibunuh

Meski begitu, mereka belum mengetahui bagaimana peningkatan suhu ini akan berdampak pada ekosistem atau cuaca di bagian laut yang lebih dangkal.

Tapi mengingat pentingnya sirkulasi laut serta suhu bagi sistem iklim global, ini bukanlah kabar baik.

"Harapannya akan ada analisis ulang untuk melihat soal variabilitas suhu laut dalam ini," tambah Meinen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X