Kamasutra Satwa: Kuda Jantan Pamer Otot Dada dan Menari Sebelum Kawin

Kompas.com - 15/10/2020, 20:30 WIB
Ilustrasi kuda. ShutterstockIlustrasi kuda.

KOMPAS.com - Kuda bisa dikatakan sebagai hewan yang cukup mengesankan, karena bisa beradaptasi dengan beragam aktivitas dan olahraga, dengan menunjukkan kecantikan, keanggunan, kecerdasan hingga kepekaan kuda.

Kuda berkembangbiak dan dikembangbiakkan di seluruh dunia. Ada dua aspek terpenting dari setiap kehidupan hewan, yaitu reproduksi dan perilakunya. 

Dilansir dari Animal Wised (2/2/2020), musim semi yang meningkatkan suhu dan memiliki banyak cahaya alami akan menstimulasi reseptor di otak kuda yang "memerintahkan" peningkatan produksi dan pelepasan hormon seks.

Akibatnya, kuda betina akan menjadi 'panas', gejala yang muncul adanya pembengkakan vulva dan kemungkinan sekresi lendir, yang menunjukkan penerimaan terhadap kuda jantan.

Kuda jantan mengalami puncak aktivitas seksual ketika mereka melihat betina subur, khususnya melalui deteksi feromon yang dilepaskan melalui urine.

Baca juga: Dulunya Hewan Liar, Asal-usul Kuda Jinak Terungkap Lewat Uji Genetik

Ini menandai awal musim kawin kuda, yang dapat berlangsung hingga minggu-minggu terakhir musim panas atau awal musim gugur.

Awal usia reproduksi kuda biasanya bertepatan dengan datangnya pubertas. Betina biasanya lebih lambat daripada pada jantan.

Kuda jantan menjadi aktif secara seksual antara usia 14 dan 18 bulan, kuda betina mungkin mengalami heat pertama mereka antara usia 15 dan 24 bulan.

Namun, kuda baru mencapai kematangan seksual pada usia 4 tahun, di mana mereka sepenuhnya siap untuk melahirkan keturunan yang kuat dan sehat.

Salah satu aspek paling menarik dari reproduksi kuda adalah keanggunan dan kerumitan pada masa kuda berpacaran.

Perkawinan dan pembuahan kuda hampir sama seperti sebagian besar mamalia.

Langkah pertama dalam perkawinan kuda adalah pacaran, di mana kuda jantan akan berusaha membuat betina tertarik, sebelum menungganginya.

Baca juga: Ternyata, Dengusan Kuda adalah Tanda Mereka Bahagia

Saat mendekati betina subur, jantan akan mengadopsi postur tubuh yang gagah dan angkuh, melengkungkan lehernya sedikit untuk menonjolkan otot dada dan bahunya.

Dia dengan penuh semangat akan mengeluarkan suara meringkik, yang disuarakan khusus untuk kawin.

Langkah terakhir yang paling spektakuler, jantan akan melakukan semacam tarian melingkar untuk menarik perhatian betina, menunjukkan niatnya untuk kawin.

Untuk melakukan "tarian pacaran" ini, jantan akan secara signifikan mengangkat kukunya dari tanah, sambil memutar porosnya sendiri.

Jika betina mau menerima, jantan akan melanjutkan ritualnya dengan membelai leher betina dengan moncongnya, menggosokkan tubuhnya dengan lembut ke tubuh betina, melanjutkan dengan mengendus ekor, pantat, kaki belakang dan alat kelamin betina.

Selanjutnya betina akan mengangkat ekornya, menunjukkan bahwa dia siap untuk kawin dan pejantan kemudian akan menungganginya. Pacaran kuda lebih lama dari proses kawin, yang biasanya hanya berlangsung beberapa menit.

Baca juga: Ilmuwan Kosta Rika Gunakan Antibodi Kuda untuk Pengobatan Virus Corona



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X