Benjolan di Payudara, Apakah Pertanda Kanker? Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com - 15/10/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi deteksi kanker payudara ShutterstockIlustrasi deteksi kanker payudara


KOMPAS.com- Kanker payudara menjadi salah satu jenis penyakit tidak menular yang banyak menyebabkan kematian pada wanita.

Umumnya, para ahli mengingatkan agar wanita dapat melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara sederhana yaitu periksa payudara sendiri (Sadari) dan cara berikutnya adalah dengan periksa payudara klinis (Sadanis).

Semakin dini deteksi kanker payudara, maka peluang kesembuhan penderita kanker bisa mencapai 98 persen, terutama jika ditangai dengan baik dan tepat secara medis.

Ketua Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia, Dr Sonar Soni Panigoro menyampaikan, salah satu hal yang dicari atau patut dicurigai saat melakukan deteksi dini Sadari adalah adanya perubahan atau benjolan pada payudara Anda.

Baca juga: 2 Cara Mencegah Kanker Payudara Si Penyebab Kematian Kedua di Dunia

 

Sonar menjelaskan, memang pada awalnya atau stadium awal kanker payudara ini seringkali tidak ada gejala, makanya tidak disadari oleh orang tersebut.

Alhasil, seringkali terjadi adalah pasien datang dengan kondisi kanker payudara sudah stadium lanjut.

"Makanya, deteksi dini itu jangan menunggu adanya keluhan. Kalau sudah ada keluhan barangkali kita sudah masuk dalam fase yang sudah lebih lanjut stadiumnya," kata Sonar dalam diskusi daring bertajuk Kalbe: Faktor Genetik dan Kanker Payudara, Sabtu (10/10/2020).

Sebab, tujuan utama periksa payudara sendiri secara mandiri maupun melalui klinis adalah mencari sedini mungkin kemungkinan tumbuhnya tumor ganas di payudara dan sekitarnya.

Baca juga: Studi Temukan Kaitan Pewarna Rambut dengan Kanker Payudara, Ini Penjelasannya

 

Untuk diketahui, kanker payudara itu tidak bisa tiba-tiba muncul begitu saja, kanker butuh waktu beberapa tahun minimal 6-10 tahun untuk sampai timbul atau berubah menjadi kanker atau tumor ganas.

"Kita harus sering rutin-rutin periksa (baik Sadari ataupun Sadanis) agar kelainan tersebut bisa dideteksi dengan tepat," ujarnya.

Lantas, apakah semua benjolan di payudara pasti kanker payudara?

Sonar menegaskan sel kanker yang bermutasi dan membentuk tumor ganas yang semakin membesar jika melewati fasenya, cenderung akan tampak seperti adanya benjolan di payudara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X