Perhatikan BMI untuk Kurangi Risiko Covid-19 akibat Obesitas

Kompas.com - 14/10/2020, 07:02 WIB
Ilustrasi obesitas ShuterstockIlustrasi obesitas


KOMPAS.com- Obesitas bisa dikatakan sebagai penyakit kronis yang umum dan serius yang membuat orang mengalami kelebihan berat badan.

Kendati demikian, obesitas sebenarnya dapat membuat orang semakin berisiko tinggi terkena banyak penyakit kronis serius, bahkan dapat meningkatkan risiko Covid-19 yang parah.

Seperti dilansir dari CDC, Rabu (8/10/2020), orang dewasa dengan berat badan berlebih berisiko lebih besar terkena Covid-19 selama pandemi saat ini.

Obesitas seringkali dikaitkan dengan gangguan fungsi kekebalan, kemudian adanya potensi penurunan kapasitas paru-paru dan membuat kinerja fungsi organ pernapasan lebih sulit.

Kesimpulannya, memiliki obesitas dapat melipat gandakan risiko rawat inap karena infeksi Covid-19.

Baca juga: CDC Peringatkan, Obesitas Tingkatkan Risiko Covid-19 yang Parah

 

Saat body mass index ( BMI) meningkat, risiko kematian akibat Covid-19 juga ikut meningkat. BMI adalah berat seseorang dalam kilogram dibagi dengan tinggi kuadrat dalam meter.

Kendati memang BMI tidak mengukur lemak tubuh secara langsung, tetapi BMI berkorelasi sedang dalam pengukuran lemak tubuh yang lebih langsung.

Penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas dapat dikaitkan dengan respons vaksin yang lebih rendah untuk berbagai penyakit (influenza6, Hepatitis B7,8,9, tetanus10).

Baca juga: Mengapa Covid-19 Lebih Mematikan pada Orang yang Obesitas?

 

Cara menghitung BMI

Jika Anda ingin mencari tahu berat badan Anda normal atau obesitas. Begini cara menghitung berat badan Anda.

Misalkan berat badan Anda 50 kilogram dan tinggi 1,5 m (150 cm). Pertama, kalikan tinggi badan dalam kuadrat: 1,5 x 1,5 = 2,25. Selanjutnya, bagi angka berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan Anda: 50/2,25 = 22,2.

Langkah paling akhir adalah dengan bandingkan angka BMI (22,2) dengan kategori berat badan yang tercantum di bawah ini:

  • Di bawah 18,5 = Berat badan kurang
  • 18,5 – 24,9 = Berat badan normal
  • 25 – 29,9 = Berat badan berlebih (kecenderungan obesitas)
  • 30 ke atas = obesitas

Dengan begitu, angka BMI alias indeks massa tubuh Anda menyatakan bahwa Anda memiliki berat badan yang normal, tetapi ada kemungkinan menuju ke berat badan yang berlebih tetapi belum masuk kategori obesitas.

Ilustrasi pasien Covid-19 di ruang perawatan intensif (ICU).SHUTTERSTOCK/Halfpoint Ilustrasi pasien Covid-19 di ruang perawatan intensif (ICU).

Lantas, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi obesitas?

Obesitas adalah penyakit kompleks dengan banyak faktor penyebabnya. Desain lingkungan, akses ke makanan dan minuman yang sehat dan terjangkau, dan akses ke tempat yang aman dan nyaman untuk aktivitas fisik semuanya dapat berdampak pada obesitas.

Kesenjangan obesitas menggaris bawahi kebutuhan untuk mengatasi faktor penentu sosial kesehatan seperti kemiskinan, pendidikan, dan perumahan untuk menghilangkan hambatan kesehatan.

Ini akan mengambil tindakan pada tingkat kebijakan dan sistem untuk memastikan bahwa pencegahan dan pengelolaan obesitas bisa dimulai sejak dini, dan bahwa setiap orang memiliki akses ke nutrisi yang baik dan tempat yang aman untuk aktif secara fisik.

Pembuat kebijakan dan pemimpin komunitas harus bekerja untuk memastikan bahwa komunitas, lingkungan, dan sistem mereka mendukung gaya hidup yang sehat dan aktif untuk semua.

Baca juga: Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

 

Memang bisa dikatakan bahwa perubahan gaya hidup akan sangat membantu tetapi perubahan memang membutuhkan waktu, seperti halnya penurunan berat badan yang membutuhkan waktu jangka panjang.

Selain langkah-langkah yang harus diambil setiap orang untuk memperlambat penyebaran Covid-19, maka mereka dengan obesitas juga dapat membantu melindungi diri dan keluarganya selama pandemi ini.

Caranya dengan makan makanan yang sehat, menjadi aktif, cukup tidur dan dapat mengelola stres dengan baik.

Epidemi obesitas dapat memengaruhi keparahan pandemi Covid-19. Mengingat risiko tambahan yang terkait dengan penyakit ini sangat tinggi, sehingga penting untuk mendukung semua individu untuk dapat menjalani hidup sehat yang aktif.



Sumber CDC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X