Kompas.com - 13/10/2020, 21:00 WIB
Ilustrasi main video game Thinkstockphotos.comIlustrasi main video game

KOMPAS.com - Kabar baik untuk para pencinta video game, penelitian baru yang diterbitkan dalam Frontiers in Human Neuroscience menunjukkan, bermain video game sebenarnya dapat membuat Anda lebih baik dalam melakukan tugas-tugas kognitif, seperti mengingat dan memecahkan masalah - bahkan bertahun-tahun setelah Anda berhenti memainkannya.

Studi dari Universitat Oberta de Catalunya (UOC), Spanyol melibatkan 27 orang (usia 18-40) yang pernah bermain video game dan yang tidak pernah menyentuhnya.

Setiap peserta diuji kemampuan kognitif mereka sebelum dikenakan 1,5 jam bermain video game selama 10 hari berturut-turut, kemudian segera setelah periode pelatihan, dan terakhir 15 hari setelah periode bermain video game.

Permainan yang dimaksud adalah Super Mario 64 pemecah teka-teki, yang telah terbukti berkorelasi dengan perubahan struktural di otak.

Baca juga: Kontroversial, WHO Putuskan Kecanduan Game sebagai Gangguan Mental

Satu kelompok juga menjadi sasaran stimulasi magnetik transkranial, suatu teknik stimulasi otak non-invasif, untuk melihat apakah hal itu dapat meningkatkan kinerja permainan mereka.

Peserta dari kedua kelompok meningkatkan kemampuan permainan mereka - sering latihan tentu membuat kemampuan mereka meningkat - tetapi tampaknya tidak ada efek yang ditingkatkan sebagai hasil dari rangsangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peserta tampil berbeda pada tugas memori kerja sebelum menjalani pelatihan permainan, tetapi menunjukkan hasil yang serupa setelah 15 jam sesi permainan.

Melansir IFL Science (13/10/2020), awalnya, para peneliti menguji apakah kombinasi pelatihan video game dan stimulasi otak non-invasif dapat digunakan untuk meningkatkan kognisi, tetapi hasilnya menunjukkan sebaliknya.

Jadi, mereka beralih ke variabel lain yang mungkin menjelaskan perbedaan skor tugas memori kerja.

Usia dan jenis kelamin dikesampingkan dalam penelitian ini, sehingga meninggalkan satu variable, yaitu pengalaman bermain video game di masa lalu.

Para peneliti menemukan, mereka yang rajin bermain video game selama masa pra-remaja menunjukkan kinerja yang lebih baik pada tugas memori kerja, daripada mereka yang belum pernah bermain video game sebelumnya.

Baca juga: Studi: Orang yang Tak Mampu Berimajinasi Mungkin Punya Masalah Memori

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.