Kompas.com - 07/10/2020, 13:05 WIB
President Donald Trump gives thumbs up as he stands on the Blue Room Balcony upon returning to the White House Monday, Oct. 5, 2020, in Washington, after leaving Walter Reed National Military Medical Center, in Bethesda, Md. Trump announced he tested positive for COVID-19 on Oct. 2. (AP Photo/Alex Brandon) Alex BrandonPresident Donald Trump gives thumbs up as he stands on the Blue Room Balcony upon returning to the White House Monday, Oct. 5, 2020, in Washington, after leaving Walter Reed National Military Medical Center, in Bethesda, Md. Trump announced he tested positive for COVID-19 on Oct. 2. (AP Photo/Alex Brandon)

KOMPAS.com - Sean Conley, dokter yang merawat Donald Trump mengatakan Presiden AS itu mulai mengonsumsi obat steroid dexamethasone (deksametason) pada Sabtu (4/10/2020). Obat ini bertujuan untuk menurunkan kadar oksigen dalam darah Trump.

Obat tersebut mengobati gejala Covid-19 dengan menargetkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan demam, dan meningkatkan energi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kortikosteroid biasanya diresepkan untuk pasien Covid-19 dalam kondisi berat.

Dilansir SehatQ, kortikosteroid adalah kelas obat-obatan yang dikonsumsi untuk meredakan peradangan dalam tubuh. Obat ini juga digunakan untuk melemahkan aktivitas sistem imun seseorang dalam beberapa kondisi medis tertentu.

Baca juga: Donald Trump Positif Covid-19 Diberi Dexamethasone, Obat Apa Itu?

Meski kondisi Trump dianggap parah, ia terus mengatakan kesehatannya lebih baik dari sebelumnya. Misalnya saja cuitannya di Twitter kemarin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya merasa lebih baik daripada 20 tahun lalu," twit Trump pada Senin.

Menurut pengamatan Panagis Galiatsatos, MD, seorang dokter di Johns Hopkins Bayview Medical Center, obat dexamethasone memberi Trump rasa sehat yang keliru.

"Semua orang yang mengonsumsi steroid merasa sedikit lebih baik," kata Galiatsatos seperti dilansir Business Insider, Selasa (7/10/2020).

"Steroid membantu menurunkan demam dan lain sebagainya. Jadi tidak heran, orang yang mengonsumsi steroid merasa seperti, 'oh sakit saya sudah hilang'," paparnya.

Selain euforia yang salah, Galiatsatos menambahkan bahwa dexamethasone memiliki efek samping lain seperti gula darah tinggi, gangguan tidur, dan psikosis.

Pasien Covid-19 biasanya menerima 6 miligram steroid yang diminum sekali sehari selama 10 hari. Hal ini seperti yang direkomendasikan ahli berdasar hasil uji klinis di Inggris.

Dexamethason membuat merasa lebih baik meski penyakitnya masih sangat buruk

"Kendati Trump merasa lebih baik setelah mengonsumsi steroid, dia memiliki (lebih dari) satu dari lima kemungkinan meninggal karena membutuhkan oksigen tambahan," kata Bob Wachter, ketua Departemen Kedokteran di Universitas California San Francisco.

Kemungkinan meninggal cukup besar mengingat faktor risiko yang dimiliki Trump seperti usia dan obesitas.

Obat dexamethasone yang ada di Indonesia.dr. Ari Fahrial Syam Obat dexamethasone yang ada di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.