Kamasutra Satwa: Singa Betina Bisa Kawin hingga 100 Kali dalam Sehari

Kompas.com - 04/10/2020, 19:30 WIB
Singa betina di Afrika Selatan. SHUTTERSTOCKSinga betina di Afrika Selatan.

KOMPAS.com - Singa termasuk hewan mamalia karnivora (pemakan daging). Badannya memiliki bulu berwarna keemasan, serta gigi dan cakar yang sangat tajam untuk mengoyak mangsanya.

Sama seperti hewan lainnya, singa juga akan melakukan proses perkawinan untuk memiliki anak.

Dikutip dari Britannica, Senin (28/9/2020) seekor singa jantan dikatakan dewasa secara seksual pada usia sekitar 26 bulan, tetapi singa jantan tidak mungkin berkembang biak sebelum usia empat atau lima tahun.

Hal ini dikarenakan kurangnya kesempatan di sekitar usia 26 bulan, untuk mengambil alih kebanggaan dan hak untuk berkembang biak.

Bisa dikatakan, ukuran tubuh singa yang besar adalah sebuah kebanggan bagi seekor singa dan menandakan bahwa ia lebih kuat.

Baca juga: Selamatkan Populasi, Begini Kehidupan Berbagai Singa dari Masa ke Masa

Lalu seekor betina bisa berkembang biak sampai mereka berumur 15 tahun, tetapi reproduksi singa betina biasanya mulai menurun pada usia 11 tahun. 

Dilansir Lion Alert, 8 Januari 2020, seleksi singa jantan dapat dimulai dengan satu pasangan yang tetap dekat selama periode kesuburan betina.

Namun, singa jantan maupun betina sebenarnya melakukan poligami dan berkembang biak sepanjang tahun.

Tetapi betina biasanya dibatasi pada satu atau dua jantan dewasa kebanggaan mereka.

Seekor singa betina bisa kawin hingga 100 kali per hari dengan interval rata-rata 17 menit dan setiap kawin akan berlangsung selama 21 detik.

Di penangkaran singa umumnya berkembang biak setiap tahun, tetapi di alam liar mereka biasanya berkembang biak tidak lebih dari sekali dalam dua tahun.

Singa betina biasanya mengundang singa jantan untuk melakukan hubungan intim dengan mengambil posisi yang dikenal sebagai lordosis.

Akan ada sedikit persaingan di antara jantan saat masa kawin. Singa jantan tidak  berjuang untuk menjadi yang pertama kawin dengan betina subur, tetapi seekor jantan akan mengikuti betina dengan sangat dekat pada tanda-tanda pertama permulaan kesuburan.

Jantan lain akan menjaga jarak kecuali jika ada perbedaan ukuran yang jelas, dalam hal ini jantan yang lebih besar dapat melawan yang lebih kecil.

Baca juga: Bingungkan Peneliti, Singa Betina Ini Punya Rambut Mirip Pejantan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X