Bawa Toilet sampai Kamera VR, Kargo NASA Meluncur ke Stasiun Luar Angkasa

Kompas.com - 02/10/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi astronot saat berada di luar angkasa. Astronot NASA paling berpengalaman soal isolasi dan karantina mandiri selama berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ilustrasi astronot saat berada di luar angkasa. Astronot NASA paling berpengalaman soal isolasi dan karantina mandiri selama berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).


KOMPAS.com- Badan antariksa Amerika ( NASA) segera meluncurkan misi pengisian ulang penyedia kargo komersial ke stasiun luar angkasa.

Kargo NASA yang akan diluncurkan dengan roket Antares dari Virginia Space's Mid-Atlantic Regional Spaceport di Fasilitas Penerbangan Wallops NASA.

Lantas, apa saja benda yang akan dibawa oleh NASA dalam misi peluncuran kargo ini?

Melansir CNN, Jumat (2/10/2020), di antara 8.000 pasokan yang diluncurkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS), yang rencananya akan dilakukan pada Jumat malam waktu setempat, terdapat toilet, kamera VR dan berbagai pendukung eksperimen sains yang akan dilakukan di luar angkasa.

Baca juga: NASA Belum bisa Temukan Kebocoran Udara di Stasiun Luar Angkasa

 

1. Toilet luar angkasa

Salah satu benda yang akan dibawa dalam misi kargo NASA ini adalah toilet luar angkasa baru yang disebut Universal Waste Management System (UWMS) dalam misi layanan pasokan komersial NG-14.

Dengan tidak ada gravitasi, tentu sulit dibayangkan bagaimana toilet ini akan berfungsi.

Salah satu bagian dari toilet baru NASA yang akan diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).James Blair/NASA/ JSC Salah satu bagian dari toilet baru NASA yang akan diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Baca juga: Persiapan Misi ke Bulan, Nasa Cari Toilet untuk Astronotnya

 

"Anda tidak menyadari seberapa banyak Anda bisa menyia-nyiakan toilet di Bumi, sementara di ISS hanya ada dua toilet dan salah satunya rusak," kata astronot NASA Andrew Morgan dalam panel yang digelar oleh National Science Foundation pada pekan lalu.

Desain baru toilet yang akan dibawa ke ISS, memiliki corong dan selang untuk air seni dan tempat duduk untuk buang air besar.

Desain toilet ini memulai aliran udara secara otomatis segera setelah tutup toilet diangkat, sistem ini juga membantu mengontrol bau. Dirancang 65 persen lebih kecil dan 40 persen lebih ringan.

Komandan Ekspedisi 46 Scott Kelly melakukan spacewalk saat memindahkan mobil rel pengangkut seluler Stasiun Luar Angkasa Internasional Desember 2015 lalu. EPA/NASA / HANDOUT  HANDOUT EDITORIAL USE ONLYNASA / HANDOUT Komandan Ekspedisi 46 Scott Kelly melakukan spacewalk saat memindahkan mobil rel pengangkut seluler Stasiun Luar Angkasa Internasional Desember 2015 lalu. EPA/NASA / HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY

Dilansir dari The Guardian, toilet luar angkasa baru pertama NASA dalam beberapa dekade terbuat dari titanium seharga 23 juta dolar AS yang lebih cocok untuk wanita. Beratnya hanya 45 kg dan tingginya hanya 71 cm.

2. Kamera VR perekam spacewalk

Ingin merasakan bagaimana astronot melakukan spacewalk atau perjalanan ruang angkasa, misi NASA ini turut mengirimkan kamera virtual reality (VR) untuk menangkap pengalaman itu dalam bentuk teknologi 3 dimensi (3D) yang imersif.

Felix & Paul Studios, dipimpin oleh direktur kreatif Felix Lajeunesse dan Paul Raphael, telah bermitra dengan Lab Nasional ISS dalam seri realitas maya 'ISS Experience'.

Sebelumnya, mereka telah mengirim kamera pada 2018 untuk mendokumentasikan kehidupan di dalam stasiun luar angkasa.

Baca juga: NASA Lakukan Spacewalk dengan Seluruh Kru Perempuan, Ini Profilnya

 

Kamera VR yang dibawa ke ISS kali ini, akan dipasang di lengan robotik Canadarm2 dan akan merekam perjalanan ruang angkasa dari awal hingga akhir, serta menunjukkan bagian luar dari stasiun luar angkasa dan perspektif Bumi.

Morgan mengatakan dengan membawa kamera ini di luar stasiun ISS, maka orang akan dapat merasakan serasa benar-benar berada di sana. Kamera ini dapat melatih astronot saat mereka bersiap untuk berjalan di luar angkasa.

3. Eksperimen sains di luar angkasa

Para ilmuwan juga telah menyiapkan berbagai eksperimen ilmiah di stasiun luar angkasa yang dibawa dalam misi kargo NASA karena laboratorium yang mengorbit Bumi ini menyediakan lingkungan unik dengan zero gravitasi.

Selada berhasil ditumbuhkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional, menjadi solusi bahan pangan untuk misi jangka panjang.nasa Selada berhasil ditumbuhkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional, menjadi solusi bahan pangan untuk misi jangka panjang.

Salah satu bidang penelitian yang berkembang di ISS mencakup terapi untuk penyakit, seperti kanker.

Kernal Biologics mengirimkan penyelidikan yang akan menggunakan lingkungan mikro gravitasi untuk meningkatkan pengobatan imunoterapi messenger RNA (mRNA) pada penyakit leukimia.

Lingkungan mikro gravitasi di ISS diyakini dapat menyebabkan perubahan mRNA. Sehingga obat yang bersifat onko-selektif yang diujikan ini dapat mengidentifikasi sel kanker dari sel sehat dan menghancurkan sel ganas.

Baca juga: Astronot Panen Selada di Stasiun Luar Angkasa, Amankah Dikonsumsi?

 

Jika obat ini efektif dalam lingkungan seperti itu, maka obat itu dapat memberi terapi yang aman, terjangkau dan efektif untuk penyakit leukimia dan perawatan kanker lainnya.

Tak hanya di bidang kedokteran, eksperimen sains lainnya juga siap dilakukan di ISS dalam misi NASA tersebut.

"Lab Nasional ISS sangat bangga bisa bekerja dengan mitra pendidikan dan implementasi untuk memungkinkan mahasiswa membawa pertanyaan sains, teknik dan teknologi mereka ke luar angkasa," kata Michael Roberts, kepala ilmuwan sementara di Pusat Kemajuan Sains di Luar Angkasa dan manajer Lab Nasional ISS.

Roberts mengatakan dengan kerjasama tersebut, dapat mendukung proyek pendidikan di stasiun luar angkasa NASA dan menanamkan minat pada sains.



Sumber CNN,Guardian
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 800 Tahun, Selimut Kuno Ini Terbuat dari 11.500 Bulu Kalkun

Berusia 800 Tahun, Selimut Kuno Ini Terbuat dari 11.500 Bulu Kalkun

Fenomena
9 Bulan Pandemi Covid-19, Pentingnya Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan

9 Bulan Pandemi Covid-19, Pentingnya Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan

Kita
Studi Terbesar Ungkap Risiko Kesehatan Terbesar di Ruang Angkasa

Studi Terbesar Ungkap Risiko Kesehatan Terbesar di Ruang Angkasa

Oh Begitu
Vaksin AstraZeneca-Oxford Alami Kekeliruan Dosis, Apa Maksudnya?

Vaksin AstraZeneca-Oxford Alami Kekeliruan Dosis, Apa Maksudnya?

Oh Begitu
Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Fenomena
Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Fenomena
Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Oh Begitu
Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Oh Begitu
Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Oh Begitu
Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Kita
Polemik Lobster, Bagaimana Potensi Benih Lobster Alam di Laut Indonesia?

Polemik Lobster, Bagaimana Potensi Benih Lobster Alam di Laut Indonesia?

Oh Begitu
Jutaan Rumput Laut Menginvasi Samudra Atlantik, Ini Dampaknya

Jutaan Rumput Laut Menginvasi Samudra Atlantik, Ini Dampaknya

Fenomena
Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Negara-negara Asia? Ini Perkiraannya

Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Negara-negara Asia? Ini Perkiraannya

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Aurora Si Cahaya Warni-warni Menari Terjadi?

Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Aurora Si Cahaya Warni-warni Menari Terjadi?

Oh Begitu
4 Mitos Seputar Imunisasi, Sebabkan Demam hingga Autisme

4 Mitos Seputar Imunisasi, Sebabkan Demam hingga Autisme

Kita
komentar
Close Ads X