Daftar Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Asam Urat

Kompas.com - 01/10/2020, 18:06 WIB
Ilustrasi asam urat ThamKCIlustrasi asam urat

KOMPAS.com - Asam urat adalah penyakit yang gampang-gampang susah untuk dikendalikan.

Masalahnya, bila tidak segera diatasi, kadar asam urat yang tinggi dalam darah bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius, mulai dari rasa nyeri di persendian (artritis gout), kerusakan tulang dan persendian, hingga penyakit ginjal dan jantung.

Melansir artikel Healthline, 26 Desember 2017, makanan memiliki peran penting dalam mengontrol kadar asam urat.

Makanan yang memicu kenaikan asam urat biasanya memiliki kandungan purin tinggi yang diolah oleh tubuh menjadi asam urat.

Baca juga: Kadar Asam Urat Tinggi, Ini Cara Alami Menurunkannya

Pada orang yang sehat, memakan makanan tinggi purin bukan masalah. Akan tetapi, orang dengan kadar asam urat yang tinggi biasanya kesulitan membuang asam urat yang berlebih di dalam tubuh.

Bila Anda termasuk orang yang khawatir akan asam urat, berikut adalah daftar makanan yang harus dihindari, direkomendasikan oleh pakar dan harus dijaga konsumsinya.

Harus dihindari

Makanan yang mengandung lebih dari 200 miligram purin per 100 gram harus dihindari oleh orang yang memiliki kadar asam urat tinggi.

Selain itu, makanan bergula tinggi dan makanan berpurin menengah-tinggi juga harus dihindari karena bisa memicu rasa nyeri di persendian (artritis gout).

Makanan-makanan ini antara lain:

1. Jeroan, termasuk hati, ampela, ginjal dan otak
2. Daging hewan buruan
3. Ikan-ikan tertentu, di antaranya makarel, tuna, sarden dan teri.
4. Makanan laut, seperti udang, kepiting dan scallop
5. Minuman bergula tinggi, khususnya soda dan jus buah
6. Gula tambahan, termasuk sirup jagung berfruktosa tinggi dan madu
7. Karbohidrat rafinasi, seperti roti putih, kue tar dan kukis

Baca juga: Punya Asam Urat? Ini Makanan yang Baik dan yang Harus Dihindari

Dimakan secukupnya saja

Selain jeroan, daging hewan buruan dan jenis-jenis ikan tertentu; penderita asam urat sebetulnya masih boleh memakan daging namun dalam jumlah terbatas, yakni sajian 115-170 gram beberapa kali per minggu.

Pasalnya, daging ayam, sapi, babi dan kambing mengandung tingkat purin moderat (100-200 miligram per 100 gram).

Jika ingin memakan ikan, pilihan yang direkomendasikan oleh ahli adalah salmon karena mengandung tingkat purin yang lebih rendah dari ikan-ikan lainnya.

Baik untuk asam urat

Nah, sebaliknya makanan yang rendah purin (kurang dari 100 miligram per 100 gram) sangat direkomendasikan untuk penderita asam urat tinggi.

Makanan-makanan ini adalah:

1. Buah-buahan umumnya baik untuk penderita asam urat tinggi dan artritis gout. Beberapa studi bahkan menunjukkan potensi buah ceri untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah dan meredakan peradangan.
2. Sayur-sayuran, termasuk kentang, kacang polong, jamur, terong dan sayuran hijau
3. Kacang-kacangan, termasuk lentil, kedelai, tahu dan tempe
4. Semua jenis kacang dan biji-bijian
5. Serealia utuh, termasuk beras merah, gandum dan barley
6. Semua produk susu umumnya aman untuk penderita asam urat, tetapi studi menunjukkan bahwa mengonsumsi susu rendah lemak bisa membantu penderita asam urat.
7. Telur
8. Kopi dan teh
9. Herba dan bumbu-bumbu
10. Minyak berbasis sayur, termasuk minyak canola, minyak kelapa dan minyak olive



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 800 Tahun, Selimut Kuno Ini Terbuat dari 11.500 Bulu Kalkun

Berusia 800 Tahun, Selimut Kuno Ini Terbuat dari 11.500 Bulu Kalkun

Fenomena
9 Bulan Pandemi Covid-19, Pentingnya Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan

9 Bulan Pandemi Covid-19, Pentingnya Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan

Kita
Studi Terbesar Ungkap Risiko Kesehatan Terbesar di Ruang Angkasa

Studi Terbesar Ungkap Risiko Kesehatan Terbesar di Ruang Angkasa

Oh Begitu
Vaksin AstraZeneca-Oxford Alami Kekeliruan Dosis, Apa Maksudnya?

Vaksin AstraZeneca-Oxford Alami Kekeliruan Dosis, Apa Maksudnya?

Oh Begitu
Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Fenomena
Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Fenomena
Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Oh Begitu
Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Oh Begitu
Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Oh Begitu
Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Kita
Polemik Lobster, Bagaimana Potensi Benih Lobster Alam di Laut Indonesia?

Polemik Lobster, Bagaimana Potensi Benih Lobster Alam di Laut Indonesia?

Oh Begitu
Jutaan Rumput Laut Menginvasi Samudra Atlantik, Ini Dampaknya

Jutaan Rumput Laut Menginvasi Samudra Atlantik, Ini Dampaknya

Fenomena
Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Negara-negara Asia? Ini Perkiraannya

Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Negara-negara Asia? Ini Perkiraannya

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Aurora Si Cahaya Warni-warni Menari Terjadi?

Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Aurora Si Cahaya Warni-warni Menari Terjadi?

Oh Begitu
4 Mitos Seputar Imunisasi, Sebabkan Demam hingga Autisme

4 Mitos Seputar Imunisasi, Sebabkan Demam hingga Autisme

Kita
komentar
Close Ads X