Kompas.com - 27/09/2020, 16:03 WIB
Ilustrasi makan berlebih atau makan terlalu banyak. SHUTTERSTOCK/MvanCaspelIlustrasi makan berlebih atau makan terlalu banyak.


KOMPAS.com - Secara teori, makan saat lapar dan berhenti makan saat kenyang, cukup mudah dilakukan. Namun, kenyataannya makanan manis atau sekadar ingin mencicipi makanan baru, selalu menjadi godaan untuk makan berlebihan.

Meskipun untuk memenuhi hasrat untuk mencoba makanan baru setiap kalinya, namun jika terlalu sering dilakukan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan. Makan terlalu banyak seringkali dikaitkan dengan junk food, atau bahkan makanan baik lainnya.

Dilansir dari Insider, Minggu (27/9/2020), makan berlebihan atau terlalu banyak makan didefinisikan sebagai situasi mengambil makanan dalam jumlah berlebih.

Menurut Robert Glatter, MD, asisten profesor kedokteran darurat di Lenox Hill Hospital, Northwell Health mengatakan terlalu banyak makan berkaitan dengan seberapa banyak kebutuhan makan tubuh dan bagaimana kita dapat menanganinya.

Baca juga: Makan Berlebihan Tingkatkan Radikal Bebas dalam Tubuh?

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gigitan terakhir sinyal terlalu banyak makan

Makan terlalu banyak sifatnya subjektif bagi tubuh dan bergantung pada beberapa detail utama. Di antaranya komposisi tubuh, usia, tinggi badan, seberapa banyak bergerak sepanjang hari, pola tidur, kondisi medis, dan bahkan tujuan kesehatan.

Komposisi tersebut perlu dipertimbangkan saat mengukur seberapa banyak makanan yang akan dikonsumsi.

Hal itu diungkapkan ahli diet dan pendidik diabetes, Grace Derocha dari Blue Cross Blue Shield of Michigan.

"Setiap individu dapat mengukur seberapa banyak (makanan) dengan menggabungkan jurnal makanan, kontrol porsi, dan pengukuran dengan kesadaran dan makan intuitif," jelas Derocha.

Baca juga: Terlepas dari Berat Badan, Pola Makan Sehat Terbukti Kurangi Risiko Kesehatan

 

Derocha menambahkan dengan menggunakan taktik ini dapat mempelajari perbedaan antara ketika tubuh kenyang atau puas, bahkan saat lapar, maka akan membantu memperkuat kontrol ketika terlalu banyak yang dikonsumsi.

Lantas, bagaimana cara mengetahui kapan harus berhenti makan?

Tubuh akan mengetahui saat kita makan terlalu banyak pada gigitan terakhir. Misalnya tiba-tiba di tengah gigitan mengalami 'hot flash', padahal makanan yang dikonsumsi tidak pedas.

Derocha mengatakan sensasi itu tidak ada hubungannya, namun ini bisa menjadi tanda terlalu banyak makan. Penyebabnya karena suhu tubuh mulai naik saat mencerna makanan yang terlalu banyak masuk ke dalam pencernaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.