Kisah dari Cape Town, Transplantasi Jantung yang Membawa Harapan

Kompas.com - 26/09/2020, 17:33 WIB
Cape Town, Afrika Selatan https://www.shutterstock.comCape Town, Afrika Selatan

KOTA Cape Town di Afrika Selatan mempunyai keindahan istimewa yang merupakan kombinasi antara gunung, hamparan laut dan kota yang terletak di lembah.

Gunung yang terkenal dengan nama Table Mountain, berbentuk seperti meja, terlihat dengan jelas dari Cape Town. Pemandangan dari area gunung memandang ke bawah ke arah kota dan ke arah laut sangat mengesankan.

Sebetulnya kita akan mendapatkan panorama yang lebih cantik lagi bila menaiki cable car di Table Mountain. Namun, sayangnya karena keadaan cuaca yang berkabut pada saat itu, kami tidak dapat menikmatinya.

Kota Cape Town sendiri tidaklah sebesar kota-kota besar dunia lainnya, tetapi gedung dan bangunan serta tata letaknya seperti kota-kota umumnya di Eropa, yaitu teratur rapi.

Hal ini memang diketahui dari sejarahnya, bahwa sejak ditemukannya Tanjung Harapan oleh Vasco da Gama, bangsa kulit putih perlahan-lahan menguasai Afrika Selatan. Bangsa Belanda, Inggris, juga Portugal dan Spanyol berpengaruh di kawasan ini, tapi yang menonjol tampaknya kelompok Inggris dan Belanda.

Atas dasar inilah bertahun-tahun kebijakan Apartheid mencengkeram alam masyarakat Afrika Selatan. Perjuangan Nelson Mandela, bapak Afrika Selatan, telah membebaskan rakyat dari penderitaan akibat kebijakan ini. Bertahun-tahun Nelson Mandela meringkuk di penjara di Johannesburg (Pretoria) dan juga Cape Town yang cukup mengecilkan hati, di mana terlihat juga ada kamar penyiksaan.

Sekarang, Cape Town sudah banyak berubah. Sejak menginjakkan kaki di Bandara, terlihat semua karyawan adalah orang kulit hitam. Begitu juga di pusat-pusat perbelanjaan (mall), sudah terlihat bahwa pemiliknya banyak yang orang kulit hitam juga.

Namun demikian, masih banyak orang kulit hitam yang bernasib masih hidup dibawah standar. Perkampungan mereka terdiri dari rumah-rumah yang berbentuk seperti kontainer, yang tampaknya memang kurang nyaman.

Sebagai efek sosial, tentulah kriminal masih banyak terjadi. Oleh karena itu, sebagai wisatawan, kami diingatkan supaya selalu berhati-hati dan berjalan-jalan dalam kelompok. Namun demikian, selama perjalanan memberikan kesan nyaman dan menikmati keindahan alam dan kota serta keramahan penduduk.

Di luar kota Cape Town, di Kampung Makassar, kita orang Indonesia seyogyanya tak boleh melewatkan kesempatan untuk mengunjungi dan berziarah ke makam Syech Yusuf.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X