Koalisi Masyarakat Sipil Desak DPR RI Fokus RUU Energi Terbarukan

Kompas.com - 22/09/2020, 08:00 WIB
Sumber energi terbarukan: Panel Surya dan Energi Angin shutterstockSumber energi terbarukan: Panel Surya dan Energi Angin

KOMPAS.com - Dalam acara pembahasan Draf Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan ( RUU EBT), koalisi masyarakat sipil Indonesia untuk energi bersih mendesak DPR RI fokus pada energi terbarukan.

Sidang ke-5 pembahasan draf RUU EBT ini dilaksanakan oleh Komisi VII DPR RI dengan mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama beberapa pemangku kepentingan, pada Jumat (17/9/2020).

Kelompok yang terlibat termasuk Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), dan sejumlah wakil organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk Energi Bersih.

Keberadaan RUU Energi Terbarukan pada prinsipnya untuk mengisi kekosongan dukungan pada energi terbarukan dalam UU yang sudah ada sebelumnya, yaitu UU No 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Baca juga: Darurat Kenaikan Suhu Bumi, Darurat Energi Terbarukan

RUU Energi Terbarukan dianggap penting dilakukan Indonesia, mengingat negara berkembang lain seperti India dan Chili telah menuai buah manisnya.

India dan Chili telah membuktikan bahwa keberadaan undang-undang khusus yang kuat terkait energi terbarukan efektif dalam mendorong dan mengakselerasi pembangunan energi terbarukan.

"Untuk konteks nasional, keberadaan Undang-undang Energi Terbarukan akan menjadi payung legilasi untuk turunan regulasi lainnya yang selama ini rentan mengalami perubahan dan preferensi menteri sektoral," kata Jannata Giwangkara, Manajer Program Transformasi Energi IESR.

Oleh sebab itu, sebagai badan legislatif di tanah air, DPR RI dinilai mempunyai peran yang sangat strategis dan penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Di mana salah satunya adalah dengan menyukseskan transisi energi dari energi fosil menuju energi terbarukan melalui proses pembuatan RUU Energi Terbarukan.

DPR juga perlu membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah untuk memastikan rencana dan kebijakan yang dibuat benar-benar terlaksana. Hal ini demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang.

Ilustrasi panel surya.SHUTTERSTOCK/FOXBAT Ilustrasi panel surya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X