Kompas.com - 21/09/2020, 09:06 WIB
pil Hydroxychloroquine diletakkan di atas meja di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah, pada 20 Mei 2020. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 18 Mei 2020, ia telah menggunakan hydroxychloroquine selama hampir dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. Menurut kajian terbaru yang terbit di jurnal Lancet, obat ini justru meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. (Foto oleh GEORGE FREY / AFP) GEORGE FREYpil Hydroxychloroquine diletakkan di atas meja di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah, pada 20 Mei 2020. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 18 Mei 2020, ia telah menggunakan hydroxychloroquine selama hampir dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. Menurut kajian terbaru yang terbit di jurnal Lancet, obat ini justru meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. (Foto oleh GEORGE FREY / AFP)

KOMPAS.com - Jurnal medis terkemuka, The Lancet, mengaku tengah memperkuat proses tinjauan ilmiahnya usai mencabut riset efek obat anti-arthritis pada pasien Covid-19.

Penelitian yang dirilis pada bulan Mei itu mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghentikan uji coba hidroksiklorokuin (hydroxychloroquine).

Pasalnya, hasil riset menunjukkan bahwa obat itu tidak memiliki efek positif pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan bahkan dapat meningkatkan risiko kematian.

Baca juga: Studi Temukan Hydroxychloroquine Tingkatkan Kematian Pasien Corona

Studi tersebut juga memicu kontroversi baru mengenai hydroxychloroquine, yang telah didukung oleh tokoh masyarakat - termasuk Presiden AS Donald Trump - meskipun ada kekhawatiran atas efek samping dan kurangnya bukti bahwa obat itu efektif.

Makalah yang dipermasalahkan ditarik kembali setelah sekelompok ilmuwan menyinggung masalah metodologis dan integritas data.

Ini termasuk kurangnya informasi tentang negara dan rumah sakit yang berkontribusi pada data yang disediakan analisis data perawatan kesehatan yang berbasis di Chicago, Surgisphere.

"Pencabutan riset itu mendorong kami untuk memeriksa dari tinjauan sejawat lebih baik. Terutama untuk mengidentifikasi penelitian dan publikasi yang salah," kata juru bicara The Lancet dalam sebuah komentar seperti dilansir AFP, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: WHO Tangguhkan Semua Percobaan Hidroksiklorokuin untuk Obat Covid-19

Peer-reviewed atau tinjauan sejawat merupakan hasil tinjauan yang diperiksa pakar lain sebelum dipublikasikan.

The Lancet mengatakan pihaknya memperkenalkan langkah-langkah tinjauan baru termasuk memastikan setidaknya ada satu pengulas yang memiliki pengetahuan tentang bidang penelitian yang dimaksud dan dapat membagikan data lebih luas.

"Sebagai sumber informasi tepercaya, jurnal Lancet berkomitmen untuk memastikan bahwa proses editorial kami akan terus ditingkatkan sekuat mungkin," katanya.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X